Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan penyebab kenaikan harga bawang putih dalam negeri yang beberapa bulan ini meroket hingga Rp30 ribu per kg di pasaran. Bapanas menilai kenaikan harga bawang putih tersebut dikarenakan oleh pergerakan nilai tukar rupiah.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, harga bawang putih di China sempat mencapai USD 1.300 per tonnya, namun belakangan turun menjadi USD 1.200 per ton. Padahal sebelumnya, harga bawang putih di negara tersebut berada di bawah USD 1.000 per ton.
“Sehingga impor yang dilakukan, kemudian dengan currency rate yang mendekati Rp15.000 sehingga angka sampai di Indonesia, sampai ke pedagang itu bisa sampai di atas Rp30 ribu,” kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (5/6).
Baca juga: Pelaku Usaha Sudah Tunggu 4 Bulan SPI Bawang Putih dari Kemendag
Arief menjelaskan, harga bawang putih USD 1.000 hingga USD 3.000 per ton ini setara dengan Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg, sehingga harga bawang putih yang sampai ke pengguna langsung di atas Rp30 ribu per kg.
Berdasarkan data neraca pangan milik Bapanas periode Januari-Desember 2023, total ketersediaan bawang putih sebanyak 774.460 ton. Ini berasal dari stok awal bawang putih di 2023 sebanyak 143.621 ton, perkiraan produksi dalam negeri 23.337 ton, realisasi impor Januari-April 2023 103.414 ton, dan rencana impor Mei-Desember 2023 sebesar 504.088 ton. Sedangkan, total kebutuhan tahunan mencapai 669.354 ton.
Baca juga: Dugaan Monopoli dan Korupsi Bawang Putih, MAKI: KPK Harus Mampu Ungkap
"Kami juga mencatat hingga 29 Mei 2023, impor bawang putih telah terealisasi 137.589 ton atau 78 persen terhadap izin terbit (persetujuan impor/PI) sebesar 176.503 ton. Dengan demikian, impor yang belum terealisasi sebanyak 38.916 ton," imbuhnya.
Adapun, menurut Panel Harga Bapanas, selama sepekan terakhir atau 29 Mei-5 Juni 2023, harga bawang putih naik 0,22 persen menjadi Rp36.920 per kg. Maluku Utara menjadi daerah dengan harga bawang putih tertinggi yakni mencapai Rp53.320 per kg, sementara harga terendah sebesar Rp30.030 per kg di Yogyakarta. (Fik/Z-7)
UNTUK mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) pada bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Toba kembali menggelar gerakan pasar murah (GPM) di Kecamatan Uluan.
KONDISI cuaca diwaspadai jadi faktor utama berfluktuasinya harga pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggencarkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang dan selama Ramadan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan mayoritas komoditas strategis berada dalam posisi surplus menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
TIM Pengendalian Inflasi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (TPID DIY) memantau harga dan stok pangan dengan langsung meninjau ke lapangan.
Satgas Pangan dan Bapanas Perketat Pengawasan Minyak Goreng hingga Beras
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved