Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

BPS: Inflasi Maret 0,41 Persen Dipicu Harga Pangan Jelang Lebaran

Ihfa Firdausya
01/4/2026 13:14
BPS: Inflasi Maret 0,41 Persen Dipicu Harga Pangan Jelang Lebaran
Aktivitas perdagangan di Pasar Anyar terpantau ramai pada awal Ramadan 1447 H, Rabu (18/2/2026).(MI/AGUNG WIBOWO)

BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi nasional pada Maret 2026 mencapai 0,41% secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Angka ini ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026.

Meskipun terjadi kenaikan, angka inflasi bulanan ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,65%. Adapun inflasi tahun kalender hingga Maret 2026 berada di level 0,94%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama inflasi bulan ini.

"Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,07% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,32%," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Sejumlah komoditas pangan yang dominan mendorong inflasi antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi.

Andil Komponen Bergejolak

Dilihat dari komponennya, inflasi Maret 2026 didominasi oleh komponen harga bergejolak (volatile food) dengan andil sebesar 0,27%. Komoditas utama dalam komponen ini meliputi daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

Sementara itu, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,08% yang dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng dan nasi dengan lauk. Komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) menyumbang andil 0,06% didorong oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan antarkota, serta sigaret kretek mesin (SKM).

Di sisi lain, terdapat komoditas yang menjadi penahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi, yakni tarif angkutan udara dan emas perhiasan yang masing-masing tercatat sebesar 0,03%.

Data Inflasi Wilayah:
  • 34 provinsi mengalami inflasi, 4 provinsi mengalami deflasi.
  • Inflasi Tertinggi: Papua Pegunungan (2,57%).
  • Deflasi Terdalam: Maluku (0,75%).

Tren Ramadan dan Lebaran

BPS juga menyoroti pola inflasi pada kelompok transportasi di tengah momentum Ramadan dan Lebaran. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, tren inflasi selalu terjadi pada periode ini, kecuali pada tahun 2025.

"Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota dengan andil inflasi terhadap umum masing-masing 0,04% dan 0,03%," jelas Ateng.

Menariknya, tarif angkutan udara justru menjadi peredam inflasi pada kelompok transportasi dengan memberikan andil deflasi terhadap angka umum sebesar 0,03%. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya