Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inflasi Tinggi di Wilayah Bencana: Tanda Pasokan Pangan Terganggu

Ihfa Firdausya
05/1/2026 15:22
Inflasi Tinggi di Wilayah Bencana: Tanda Pasokan Pangan Terganggu
Ilustrasi(Antara)

Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025. Itu terjadi akibat bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64% (m-to-m). Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 3,60%. Kemudian Sumatera Utara tercatat mengalami inflasi bulanan sebesar 1,66% dan Sumatera Barat sebesar 1,48%. Ketiga provinsi itu kompak mengalami inflasi pada Desember setelah sebelumnya deflasi di November 2025.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan fenomena tersebut menunjukkan bahwa terdapat indikasi kuat kontribusi dari gangguan pasokan.

"Bencana menghambat distribusi, menekan ketersediaan pangan, dan menaikkan biaya logistik dalam jangka pendek. Ketika aktivitas mulai pulih, harga pangan cenderung mengalami rebound cepat," kata Rizal saat dihubungi, Senin (5/1).

"Meski kontribusinya terhadap inflasi nasional mungkin tidak besar dan terbatas, tampak lonjakan di wilayah-wilayah ini cukup untuk mempertebal inflasi bulanan dan memperlebar ketimpangan harga antardaerah," imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyebut secara umum komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut.

"Di Aceh yang utamanya didorong oleh kenaikan harga beras. Kemudian Sumatera Utara didorong oleh kenaikan harga cabai rawit. Serta inflasi di Sumatera Barat yang utamanya didorong oleh bawang merah,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1). (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik