Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Inflasi Desember 2025 secara Tahunan Naik Jadi 2,92 Persen

Ihfa Firdausya
05/1/2026 12:53
Inflasi Desember 2025 secara Tahunan Naik Jadi 2,92 Persen
Ilustrasi(Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember secara tahunan (year on year) sebesar 2,92%, lebih tinggi dari periode sama pada Desember 2024 sebesar 1,57%. Secara year-on-year, pada Desember 2025 terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,58% dan memberikan andil inflasi sebesar 1,33%,” Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Senin (5/1).

Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras, dan daging ayam meras. Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi dominan adalah emas perhiasan.

Sementara itu untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi secara tahunan pada Desember 2025 adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil deflasi 0,02%.

Menurut komponen, secara umum seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi Ttahunan sebesar 2,38% dan komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,53%.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, biaya sewa rumah, biaya akademi atau perguruan tinggi, dan kopi bubuk.

Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 1,93%. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,38%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif air minum pump yang terjadi di 13 wilayah, kemudian sigaret kretek mesin atau SKM, bensin, dan sigaret kretek tangan atau SKT.

Berikutnya komponen harga bergejolak, mengalami inflasi Tahunan sebesar 6,21 dengan andil inflasi sebesar 1,01%.Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.

Secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi, dan inflasi tertinggi terjadi di Aceh yaitu sebesar 6,71%, serta inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara yaitu sebesar 1,23%.

Tingkat inflasi kumulatif hingga Desember 2025 atau year-to-date juga sebesar 2,92%, lebih tinggi dari inflasi year-to-date Desember pada 2021 hingga 2024, kecuali 2022.

Selama Januari hingga Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti memiliki frekuensi yang lebih sering muncul sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan.

Emas dan emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025. Komoditas ini menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali pada 2025. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya