Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Ekonom Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,39 Persen

Naufal Zuhdi
05/2/2026 13:34
Ekonom Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,39 Persen
Ilustrasi(Antara)

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tetap tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, menilai capaian tersebut mencerminkan penguatan permintaan domestik yang didukung stimulus fiskal serta membaiknya aktivitas sektor jasa.

“Pertumbuhan pada kuartal IV 2025 didorong terutama oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,11% YoY, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas jasa, termasuk kontribusi dari organisasi non-profit,” ujar Hosianna dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Selain konsumsi, investasi juga kembali menguat. Hal ini tercermin dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 6,12 persen YoY. Penguatan investasi tersebut didorong percepatan realisasi penanaman modal asing, khususnya di sektor otomotif, serta peningkatan belanja modal pemerintah. Kondisi ini sejalan dengan lonjakan realisasi investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar 12,7 persen YoY dan pertumbuhan impor barang modal sebesar 10,8 persen YoY.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor transportasi dan komunikasi yang tumbuh 8,98 persen YoY, diikuti sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebesar 8,09 persen YoY, serta jasa keuangan yang tumbuh 7,92 persen YoY. Kinerja sejumlah sektor tersebut turut dipengaruhi stimulus ekonomi kuartal IV dan berbagai program diskon belanja akhir tahun.

Sementara itu, sektor eksternal juga memberikan kontribusi positif. Ekspor tumbuh 5,90 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan impor yang meningkat 3,96 persen YoY, sehingga menjaga peran ekspor neto tetap positif dan sejalan dengan surplus perdagangan kuartalan sekitar USD 9,21 miliar.

Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen YoY. Dari sisi permintaan, investasi dan ekspor neto menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara konsumsi swasta tercatat sedikit melambat meski tetap solid.

Dari sisi penawaran, sektor manufaktur masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan 5,30 persen YoY, ditopang industri makanan dan minuman, logam dasar, serta kimia dan farmasi. Sektor pertanian juga menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan 5,33 persen YoY, meski sektor pertambangan masih menjadi penekan akibat normalisasi harga komoditas dan dampak banjir besar di Sumatra pada November 2025.

Ke depan, Hosianna optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 akan menguat. Menurutnya, momentum musiman Idulfitri yang didukung likuiditas yang lebih longgar serta transmisi penurunan suku bunga Bank Indonesia akan menopang konsumsi domestik.

“Kondisi keuangan yang semakin akomodatif, tercermin dari pertumbuhan uang primer dan akumulasi penurunan suku bunga BI, menjadi faktor penting yang akan mendorong pertumbuhan berbasis konsumsi pada awal 2026,” pungkasnya. (Fal/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik