Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen pada 2025, Tertinggi di Kepulauan Riau

Andhika Prasetyo
09/3/2026 20:36
Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen pada 2025, Tertinggi di Kepulauan Riau
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan Kepala BP Batam Amsakar Achmad.(Antara)

Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Batam semakin ditopang oleh sektor industri dan investasi. Menurutnya, kinerja ekonomi tersebut didorong oleh aktivitas sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta peningkatan investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 mencapai 6,76%. Ini menunjukkan bahwa penggerak utama ekonomi Batam berasal dari sektor-sektor produktif seperti manufaktur, perdagangan, logistik, dan investasi yang terus meningkat. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan provinsi maupun nasional,” kata Fary dalam keterangan resmi di Batam, Senin (9/3).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada 2025 berada di angka 5,88%, sementara pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,11%.

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Kepri, Batam menempati posisi tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi tanpa dukungan sektor minyak dan gas (migas) seperti yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna. Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan ekonomi 6,43%, diikuti Karimun 5,44%, Tanjungpinang 3,31%, Lingga 3,53%, serta Kepulauan Anambas 2,87%. Sementara itu, Natuna mengalami kontraksi ekonomi sebesar -1,61%.

Fary menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa perekonomian Batam berkembang tanpa bergantung pada sektor migas.

“Pertumbuhan Batam yang tidak bertumpu pada sektor migas menunjukkan bahwa kota ini berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penghitungan pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih akurat dan berkelanjutan. Sektor migas, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi global dan volume produksi, sehingga seringkali tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal secara riil.

“Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat memahami lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.

Fary juga menekankan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri menjadi faktor penting yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, serta konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri yang berdaya saing global,” tandasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya