Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inflasi Desember 2025 Tembus 0,64 Persen, Cabai Rawit dan Ayam Ras Jadi Biang Kerok

 Gana Buana
05/1/2026 20:59
Inflasi Desember 2025 Tembus 0,64 Persen, Cabai Rawit dan Ayam Ras Jadi Biang Kerok
Komoditas pemicu inflasi, Cabai.(MI/Usman Iskandar)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi bulanan pada Desember 2025 mencapai angka 0,64% (month-to-month). Lonjakan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipastikan menjadi pemicu utama tren kenaikan harga di akhir tahun tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menegaskan bahwa secara historis, kelompok pangan memang selalu mendominasi andil inflasi di setiap penghujung tahun. Pada Desember 2025, kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,66% dengan andil signifikan sebesar 0,48% terhadap inflasi umum.

"Pada 2025, komoditas cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, dan telur ayam ras menjadi komoditas utama penyebab inflasi Desember 2025," tegas Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1).

Dominasi Komponen Harga Bergejolak

Berdasarkan data BPS, tekanan inflasi paling kencang berasal dari komponen harga bergejolak (volatile food) yang melesat hingga 2,74%. Komponen ini memberikan sumbangan terbesar, yakni 0,45% terhadap total inflasi nasional.

Secara rinci, berikut adalah komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama inflasi:

  • Cabai Rawit: Andil 0,17%.
  • Daging Ayam Ras: Andil 0,09%.
  • Bawang Merah: Andil 0,07%.
  • Ikan Segar: Andil 0,04%.

Pudji menambahkan, "Inflasi Desember 2025 yang sebesar 0,64% utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak."

Emas dan Transportasi Ikut Andil

Selain sektor pangan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas non-makanan. Emas perhiasan mencatatkan andil inflasi sebesar 0,07%, diikuti oleh bensin (0,03%) dan tarif angkutan udara (0,02%) yang lazim naik saat musim liburan.

Untuk komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices), tercatat inflasi sebesar 0,37%.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga diatur pemerintah adalah bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota," jelas Pudji.

Menariknya, di tengah lonjakan harga pangan, komoditas cabai merah justru mengalami penurunan harga (deflasi) dengan andil deflasi sebesar 0,03%. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik