Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 yang hanya sebesar 1,03%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh masih adanya sedikit pengaruh low-base effect. Pada Januari-Februari 2025, ia menjelaskan, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik. Karena itu level harga pada periode tersebut berada di bawah tren normal dan menekan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Meskipun tarif listrik prabayar kembali normal pada Maret 2025, diskon untuk pascabayar masih berlanjut. Karenanya pada Maret 2026 inflasi terlihat lebih tinggi meskipun dinamika harga secara umum tetap sejalan dengan tren fundamental.
"Masih adanya sedikit pengaruh low-base effect ini terlihat dari angka inflasi tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Maret 2026 yang mencapai 7,24 persen, dengan andil inflasi sebesar 1,08%," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).
Lebih lanjut, BPS melaporkan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,34% atau memberikan andil inflasi sebesar 0,99%. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,03% atau memberikan andil deflasi hampir nol persen.
Menurut wilayah, secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 5,31%. Adapun inflasi terendah terjadi di Lampung, yaitu sebesar 1,16%. (E-3)
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang menyebut potensi penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi dapat meningkatkan angka inflasi secara keseluruhan.
Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina desak Kemensos satukan proses verifikasi dan penyaluran bansos untuk cegah percaloan dan dana mengendap di bank.
KONFLIK militer terbuka antara Israel --dengan dukungan Amerika Serikat (AS)-- dan Iran pada awal 2026 lalu telah membawa risiko guncangan yang sangat signifikan terhadap perekonomian global
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta G7 melepas cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember secara tahunan (year on year) sebesar 2,92%, lebih tinggi dari periode sama pada Desember 2024 sebesar 1,57%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved