Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kanwil Bea Cukai Banten, Rahmat Subagio, mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan, untuk secara simbolis menekan tombol sirine sebagai tanda pelepasan ekspor hot rolled coil (HRC) ke Italia, pada Jumat (28/04).
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS mengekspor 30 ribu metric ton baja gulungan atau hot rolled coil menuju konsumen Marcegaglia Steel Carbon di Italia. Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Krakatau International Port (KIP), Cilegon.
Rahmat mengatakan bahwa penerimaan negara yang dihasilkan dari ekspor ini mencapai 21,15 juta USD atau setara Rp315 miliar.
Baca juga: Sokong Industri Lokal, Bea Cukai Jabar Terbitkan Izin Fasilitas Kawasan Berikat
“Ekspor ini membuktikan posisi Indonesia di sektor pasar global. Menurut Mendag, hasil baja sudah mencapai peringkat 3 ekspor unggulan Indonesia setelah batu bara dan minyak sawit,” imbuhnya.
Manfaatkan Fasilitas MITA Kepabeanan
PT Krakatau Steel adalah salah satu perusahaan yang telah memanfaatkan fasilitas Mitra Utama (MITA) Kepabeanan, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan importasi bahan baku dan pendampingan permasalahan-permasalahan kepabeanan yang ditemui di lapangan.
MITA Kepabeanan adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh Bea Cukai kepada pengguna jasa yang telah memenuhi persyaratan tertentu.
Baca juga: Upaya Bea Cukai Dukung UMKM Ekspor Mandiri dan Berkelanjutan
Fasilitas ini merupakan inisiatif Bea Cukai untuk mendukung kelancaran arus barang sekaligus meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 211/PMK.04/2016 tentang Mitra Utama Kepabeanan, yaitu importir dan eksportir yang diberikan pelayanan khusus di bidang kepabeanan.
Khusus PT Krakatau Steel selama ini dilayani dan dalam pembinaan Bea Cukai Merak, sebagai salah satu satuan kerja vertikal dibawah Kanwil Bea Cukai Banten.
Baca juga: Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai, Jangan Sembarang Transfer
“Manfaat yang diterima perusahaan sebagai Mitra Utama antara lain mendapatkan pemeriksaan pabean yang relatif sedikit, dan dapat melakukan pembongkaran barang impor tanpa penimbunan dan pengajuan permohonan (trucklosing), serta dapat melakukan pengeluaran barang impor sebagian dari peti kemas tanpa dilakukan stripping dan permohonan,” jelas Rahmat.
Gunakan Jaminan Perusahaan
Rahmat menambahkan bahwa untuk seluruh kegiatan kepabeanan yang wajib menggunakan jaminan perusahaan berupa corporate guarantee atau surat pernyataan tertulis yang berisi kesanggupan perusahaan untuk membayar pungutan negara, sementara pengguna fasilitas MITA Kepabeanan dapat menyelesaikan kewajiban kepabeanan dalam bentuk pembayaran berkala.
Baca juga: KJL Ekspor Produk Baja Krakatau Steel Perdana ke Malaysia
“Lalu para MITA Kepabeanan dalam kegiatan impornya diberikan pengecualian untuk menyampaikan hasil cetak pemberitahuan impor barang (PIB) kecuali impor barang yang mendapatkan fasilitas," terangnya.
"Bea Cukai juga menyediakan pelayanan dari pejabat yang menangani layanan informasi atau Client Coordinator khusus untuk MITA Kepabeanan tersebut,” jelas Rahmat Subagio lebih lanjut.
Rahmat mengatakan bahwa Kanwil Bea Cukai Banten akan terus melakukan upaya dan terobosan agar para pengguna jasa dapat meningkatkan kapasitas produksi dan pemasarannya ke pasaran internasional.
“Dengan dukungan segenap kantor vertikal Kanwil Bea Cukai Banten, yaitu Bea Cukai Merak dan Bea Cukai Tangerang, kami akan terus mengasistensi perusahaan-perusahaan pengguna fasilitas di bawah wilayah kerja kami untuk melakukan ekspor,” pungkasnya. (RO/S-4)
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Keberhasilan penandatanganan LTSA ini didorong dukungan modal kerja Danantara.
Sebanyak 250 peserta mudik gratis diberangkatkan menggunakan enam unit bus menuju berbagai kota di empat provinsi di Pulau Jawa.
Komisi VI DPR RI meminta pemerintah, khususnya Kemenperin, agar tak menerbitkan Pertek impor baja selama kebutuhan dalam negeri masih dapat dipenuhi industri baja nasional.
Transformasi ini merevolusi SDM menjadi business-driven people yang didukung penuh oleh kelincahan organisasi (organizational agility).
Baja modular Krakatau Steel bukan sekadar soal kecepatan, melainkan manifestasi konstruksi masa depan yang ramah lingkungan.
Sebagai bagian visi Indonesia Incorporated, Krakatau Steel mendapatkan dukungan modal kerja US$295 juta dari Danantara dengan mekanisme sangat ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved