Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Gandeng Jamdatun, Krakatau Steel Perkuat Mitigasi Risiko

Indrastuti
13/2/2026 14:42
Gandeng Jamdatun, Krakatau Steel Perkuat Mitigasi Risiko
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group memperkuat komitmen terhadap kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang baik.
Semangat ini ditunjukkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung.

Penandatanganan yang dilakukan Jamdatun R Narendra Jatna dan Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan ini menjadi momentum penting bagi KS Reborn. Selain aspek legal, pertemuan ini menekankan pentingnya good corporate governance (GCG) dalam mengelola kegiatan operasional dan investasi.

"Langkah ini kami ambil sebagai strategi mitigasi risiko di tengah transformasi besar BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara serta pelaksanaan proyek hilirisasi nasional," kata Dirut Krakatau Steel Akbar Djohan, di Jakarta, Kamis (11/2/2026).

Ia mengatakan dengan kompleksitas transformasi industri baja nasional, pihaknya memandang pendampingan hukum profesional sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan fundamental perusahaan dalam program KS Reborn. Dinamika hukum perdata dan tata usaha negara yang menyertai aspek bisnis menuntut adanya mitigasi risiko yang matang.

Menurutnya, kerja sama dengan Jamdatun memberikan pendampingan hukum dan pendapat hukum dalam setiap pengambilan keputusan strategis, untuk memastikan semua langkah korporasi sesuai dengan hukum berlaku.

“Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan mitra usaha, serta memastikan transformasi Krakatau Steel berjalan berkelanjutan demi mewujudkan industri baja nasional kompetitif di kancah global."

Pada kesempatan itu, Akbar Djohan juga menyoroti dinamika baru BUMN pasca terbentuknya Danantara. Sebagai bagian visi Indonesia Incorporated, Krakatau Steel mendapatkan dukungan modal kerja US$295 juta dari Danantara dengan mekanisme sangat ketat.

"Dana ini bukan PMN, melainkan pinjaman modal kerja yang peruntukannya dikunci hanya untuk pembelian bahan baku pabrik, bukan untuk keperluan lain. Ini bentuk transparansi dan akuntabilitas yang kami jalankan bersama Danantara," tegas Akbar.

Ia juga menilai hilirisasi dua komoditas strategis yakni pasir besi dan nickel ore (pembangunan pabrik stainless steel) dengan estimasi investasi Rp30 triliun bukan hanya proyek tambahan, melainkan peluang emas bagi Krakatau Steel untuk melakukan lompatan besar dari sekadar produsen baja konvensional jadi pemain kunci rantai pasok industri strategis global.

"Sinergi bersama Jamdatun adalah langkah proaktif perusahaan untuk memastikan setiap milestone investasi strategis ini tercapai secara akuntabel, sekaligus menetapkan standar praktik tata kelola bagi keberhasilan proyek strategis BUMN di masa depan," terangnya.
Sementara itu, Jamdatun R Narendra Jatna memberikan pesan kuat soal aspek attitude sebagai landasan transformasi. Terkait hal itu, Akbar Djohan menekankan kepemimpinan di Krakatau Steel bukan hanya soal kompetensi, melainkan juga karakter.

"Direksi digaji rakyat. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Dengan pengawalan Jamdatun, kami berkomitmen menjadikan Krakatau Steel sebagai role model BUMN yang dari sebelumnya dianggap beban, jadi perusahaan contoh yang on track dan compliant," tutup Akbar.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya