Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat komitmennya dalam pembangunan nasional melalui inovasi infrastruktur baja modular yang cepat bangun dan adaptif. Langkah ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia secara luas.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyampaikan transformasi baja modular ini merupakan manifestasi nyata keberpihakan perusahaan terhadap kepentingan publik.
Menurutnya, baja modular bukan sekadar inovasi konstruksi, melainkan sebuah gerakan sosial (social movement) untuk menyediakan fasilitas fisik yang aman, layak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
“Fokus kami melampaui aspek komersial. Kami berkomitmen memastikan teknologi baja nasional hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus pilar pembangunan berkelanjutan,” ujar Akbar Djohan yang juga Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Senin (9/3/2026).
Ia menerangkan bagi Krakatau Steel Group, baja bukan hanya komoditas, melainkan solusi kemanusiaan yang nyata. Melalui teknologi modular yang cepat bangun, perseroan mengawali 2026 dengan aksi nyata di tiga titik strategis Indonesia.
Langkah dimulai pada 2 Februari 2026 di Sumatra Utara, melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis.
Komitmen ini berlanjut ke Bener Meriah, Aceh, pada 12 Februari, yakni Klinik Darurat Waskita hadir sebagai respons cepat bagi warga terdampak banjir bandang. Perjalanan ini kemudian mencapai Makassar, Sulawesi Selatan, pada 18 Februari dengan tuntasnya SPPG Modular di Universitas Hasanuddin.
Menurut dia, rangkaian proyek ini membuktikan di tangan Krakatau Steel, kekuatan baja telah bertransformasi menjadi infrastruktur pelayanan publik yang adaptif, aman, dan sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Dia juga menegaskan baja modular Krakatau Steel bukan sekadar soal kecepatan, melainkan manifestasi konstruksi masa depan yang ramah lingkungan.
"Melalui optimalisasi material yang minim limbah, tahan lama, dan fleksibel untuk dipindahkan, inovasi ini jadi jawaban atas tantangan pembangunan hijau di Indonesia," ungkapnya.
Langkah strategis itu, tambahnya, selaras dengan agenda nasional pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan memadukan efisiensi industri dan pelestarian lingkungan, kami memastikan setiap infrastruktur yang dibangun hari ini adalah warisan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," pungkasnya. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved