Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Produk Turunan Kelapa Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Golda Eksa
13/3/2026 16:00
Produk Turunan Kelapa Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara Denni Fauzi (kiri) .(Dok. Asbrintara)

KETIDAKPASTIAN geopolitik global yang terus bergulir memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional. Guna menjaga resiliensi ekonomi dalam negeri, optimalisasi sektor komoditas strategis, khususnya produk turunan kelapa, dinilai mendesak untuk segera diperkuat.

Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (Asbrintara) Denni Fauzi menegaskan bahwa sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.

“Indonesia bukan hanya salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, tetapi juga memiliki kualitas kelapa yang sangat baik. Jika pemerintah dan pelaku usaha memberi perhatian serius pada pengembangan industri turunan kelapa, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perekonomian nasional,” ujar Denni dalam keterangan resminya, Jumat (13/3).

Strategi Hadapi Tekanan Global
Denni memaparkan bahwa beragam produk turunan kelapa seperti arang briket, karbon aktif, coco fiber, hingga virgin coconut oil (VCO) memiliki permintaan yang sangat tinggi di pasar internasional. Keberhasilan penetrasi pasar ini dianggap krusial untuk menghadapi fluktuasi ekonomi global.

"Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, tekanan ekonomi dapat muncul dari berbagai sisi, seperti perpindahan investasi global ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven) hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perlambatan pada sektor industri domestik, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor," urainya.

Memperkuat Devisa dan Tenaga Kerja
Peningkatan ekspor berbasis kelapa tidak hanya sekadar menyumbang devisa, tetapi juga menjadi instrumen penguatan nilai tukar rupiah dan perluasan lapangan kerja. Sektor ini dianggap mampu menjadi bantalan ekonomi yang kuat karena berbasis sumber daya alam lokal.

“Pengembangan industri turunan kelapa dapat menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Selain memberikan kontribusi terhadap neraca perdagangan dan Produk Domestik Bruto (PDB), hal ini juga menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki komoditas kelapa terbaik,” jelas Denni.

Sebagai langkah konkret, Asbrintara mendorong adanya penguatan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Fokus utama yang perlu dibenahi meliputi penguatan regulasi, penyederhanaan administrasi teknis, hingga efektivitas implementasi di lapangan.

“Harapan kami tentu pemerintah dan para pelaku usaha turunan kelapa dapat segera bersinergi lebih serius dan cepat, mulai dari aspek administrasi teknis hingga tahap eksekusi di lapangan,” tutupnya. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya