Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Indonesia kini dibayangi ancaman kelangkaan dan lonjakan harga kelapa serta produk olahannya pada awal tahun 2026. Hasil survei terbaru Lembaga Survei KedaiKOPI mengungkapkan bahwa kebijakan ekspor kelapa bulat yang masif tanpa pembatasan ketat mulai menggerus pasokan domestik.
Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, memaparkan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan di enam kota besar pada akhir November hingga awal Desember 2025, sebanyak 83 persen responden sudah merasakan kenaikan harga kelapa dalam enam bulan terakhir.
“Sebanyak 45,2 persen di antaranya menilai kenaikan tersebut sangat signifikan. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan ekspor kelapa utuh. Indonesia adalah produsen besar, namun satu-satunya negara yang masih membiarkan ekspor kelapa bulat tanpa batasan ketat,” ujar Ashma dalam peluncuran hasil survei di Jakarta, Rabu (18/12).
Kenaikan harga ini berdampak sistemik. Kelompok Ibu Rumah Tangga terpaksa mengurangi konsumsi santan, sementara pelaku UMKM menghadapi lonjakan biaya operasional hingga dua kali lipat. Di sektor katering, kenaikan modal bahkan memaksa pengusaha menaikkan harga jual hingga 50 persen.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengingatkan pemerintah bahwa kelapa adalah komoditas strategis. Jika tidak segera diintervensi, kenaikan harga kelapa akan memicu inflasi tinggi yang menggerus daya beli masyarakat dan mengancam kualitas gizi pangan keluarga.
Menanggapi krisis yang mengintai, para ahli menawarkan sejumlah langkah strategis yang harus segera diambil pemerintah. Survei menunjukkan bahwa 80 persen responden mendukung penuh penerapan pungutan ekspor (PE) pada kelapa bulat, yang menurut Tulus Abadi harus dibarengi dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) guna memastikan stok dalam negeri terpenuhi sebelum dikirim ke luar negeri.
Selain itu, peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir, sembari melakukan penelusuran mendalam terkait perbedaan data ekspor yang tercatat di Kementerian Pertanian. Di sisi lain, ekonom Gede Sandra menekankan pentingnya penghentian ekspor kelapa dalam bentuk "gelondongan" melalui percepatan hilirisasi. Menurutnya, membangun industri pengolahan kelapa di tanah air berpotensi meningkatkan pendapatan negara dari 1,6 miliar dolar AS menjadi 6,5 miliar dolar AS.
Isu kelapa juga dinilai memiliki dimensi sosial yang kuat mengingat komoditas ini merupakan kebutuhan pokok di dapur. Influencer sekaligus advokat perlindungan anak, Cornelia Agatha, menyoroti bahwa mayoritas penggerak UMKM yang terdampak adalah perempuan dan ibu-ibu.
Ia menegaskan adanya korelasi langsung antara perlindungan keluarga dengan stabilitas harga kelapa, sehingga setiap kebijakan yang diambil pemerintah di masa depan harus benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat kecil. (H-2)
Suparmi menjelaskan bahwa potensi pasar kelapa dalam sangat besar,
Program ini melibatkan investasi besar dan penanaman kelapa secara masif untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan baru dari Babel.
Dusun Sendaren, Desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Desa ini memiliki banyak spot unik yang tidak dimiliki oleh tempat lain.
Mendag Budi Santoso menyebutkan pengusaha lebih tertarik melakukan ekspor kelapa bulat karena harganya lebih tinggi yang menyebabkan stok kelapa di dalam negeri berkurang.
Karena kandungan antioksidannya tinggi, air kelapa membantu proses regenerasi sel dan proses terbentuknya air ketuban itu menjadi optimal.
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Turunnya HET pupuk bersubsidi ini cukup signifikan. Penurunan HET ini berlaku untuk semua jenis pupuk bersubsidi, baik pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Kakao, pupuk organik, maupun ZA.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Sonny T Danaparamita mempertanyakan tingginya harga beras di pasaran. Padahal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat melimpah yakni mencapai 3,9 - 4 juta ton.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Harga Eceran Tertinggi untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan.
Aprindo menyatakan beras premium mulai kembali hadir di pasar ritel. Sebelumnya beras premium sempat ditarik akibat masalah pelanggaran standar mutu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved