Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara aktif menjadi bagian dari program nasional pengembangan dan hilirisasi kelapa dalam. Kalsel menargetkan penanaman kelapa dalam jenis Genjah Entok seluas 3.000 hektare di tiga wilayah, yakni Kabupaten Barito Kuala, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, saat Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas tahun 2026–2029 di Banjarbaru, menegaskan bahwa pengembangan komoditas tetap menjadi fokus utama daerah.
“Tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pengembangan sejumlah komoditas seperti sawit, karet, kopi, dan kelapa dalam tetap jadi prioritas Kalsel,” tutur Suparmi.
Suparmi menjelaskan bahwa potensi pasar kelapa dalam sangat besar, didukung oleh program prioritas pemerintah pusat. Target perluasan tanam 3.000 hektare di Kalsel ini mencakup aspek hilirnya.
"Di Kalsel kita menargetkan perluasan tanam kelapa dalam seluas 3.000 hektare termasuk hilirnya berupa pabrik pengolahan untuk keperluan ekspor," ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang menargetkan hilirisasi kelapa dalam untuk meningkatkan nilai tambah hingga lima kali lipat dibandingkan dengan penjualan bahan mentah.
Selain perkebunan, sektor peternakan (sapi, ayam, dan itik) juga menjadi prioritas pengembangan untuk mendukung program swasembada pangan dan program makan bergizi gratis (MBG).
Data BPS mencatat luas kebun kelapa dalam di Kalsel saat ini mencapai 38 ribu hektare, yang sebagian besar merupakan kebun rakyat dan belum dikelola maksimal. Suparmi berharap program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sentra produksi.
"Tujuan akhir kita adalah peningkatan ekonomi masyarakat sekitar sentra produksi. Nilai tukar pekebun dan peternak kita saat ini cukup baik mencapai 149 persen," kata Suparmi. (DY/P-5)
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Program ini melibatkan investasi besar dan penanaman kelapa secara masif untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan baru dari Babel.
Dusun Sendaren, Desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Desa ini memiliki banyak spot unik yang tidak dimiliki oleh tempat lain.
Mendag Budi Santoso menyebutkan pengusaha lebih tertarik melakukan ekspor kelapa bulat karena harganya lebih tinggi yang menyebabkan stok kelapa di dalam negeri berkurang.
Karena kandungan antioksidannya tinggi, air kelapa membantu proses regenerasi sel dan proses terbentuknya air ketuban itu menjadi optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved