Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pembabatan Hutan untuk Penanaman Program REDD+ di Kalsel Jadi Sorotan

Denny Susanto
29/11/2025 14:29
Pembabatan Hutan untuk Penanaman Program REDD+ di Kalsel Jadi Sorotan
Area hutan untuk program praktik penanaman di program RBP-REDD+ di Kalsel.(Dok. MI)

PROVINSI Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memulai kegiatan penanaman pohon sebagai bagian kompensasi program Result Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP-REDD+) sebesar 3,4 juta US dolar atau senilai Rp50 miliar lebih. Namun praktek penanaman dengan cara membabat pepohonan rimbun untuk kegiatan penanaman mendapat kritikan.

Seperti disuarakan pemerhati sosial dan lingkungan di Kalsel, Nurhalis Majid, Sabtu (29/11). "Kalau benar bertujuan memulihkan lahan kritis, kenapa pencanangannya di Kelurahan Cempaka Banjarbaru dilokasi dengan kerapatan tajuk tinggi berupa hutan karet, dan bukan di areal yang benar-benar kritis? Kenapa tidak di lokasi bekas tambang yang jelas-jelas berkontribusi besar  terhadap kritisnya lahan di Kalsel dan menyebabkan banjir?," tutur Majid.

Menurutnya pencanangan program REDD+ seharusnya dilokasi eks lahan batubara. "Ini pasti lebih kongkrit sambil menyindir para pengusaha batubara bahwa lahan yang dulu rimba raya, sekarang gersang dan kritis oleh ulah mereka. Terus terang saya khawatir program ini hanya serimonial, sekedar ada, dan terdengar bagus di teks-teks pidato pejabat," tegasnya.

Majid yang juga hadir menyaksikan kick off penanaman REDD+ di lokasi Cempaka Banjarbaru juga mempertanyakan soal peran serta masyarakat, khususnya masyarakat adat, pemilik hutan yang sudah sejak lama merawat dan menjaga hutan. "Apa yang mereka dapatkan dari dana besar dari lembaga donor internasional tersebut?," tambah Majid.

Dana besar yang dikucurkan lembaga donor internasional soal menjadi bancakan pemerintah daerah. Terlihat dari lokasi penanaman justru berada di lahan milik Pemprov Kalsel di kawasan hutan karet yang kemudian dibabat dan ditanam untuk program ini.

Terkait program REDD+ ini, Kamis (27/11) Pemprov Kalsel mulai melakukan penanaman di lima lokasi berbeda dengan luas keseluruhan mencapai 250 hektare. Tersebar di Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara seluas 30 hektare, Sambung Makmur, Kabupaten Banjar 23 hektare dan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 65 hektare.

Kemudian Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru 29 hektare dan Cempaka, Kota Banjarbaru seluas 100 hektare. "Ada lima lokasi penanaman dengan total luasan 250 hektare. Kick off kota pusatkan di lahan Pemprov Kalsel di Cempaka seluas 100 hektare," kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra.

Di Cempaka, lahan yang tadinya ditumbuhi pohon karet berumur tua tersebut diganti dengan aneka tanaman buah-buahan dibagi dalam dua blok dan sisanya masing-masing ditanam tanaman kayu manis dan tanaman khas Kalimantan ulin. "Kita berharap program ini nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas terutama hasil buah-buahan nantinya," ujarnya.

Penanaman untuk program REDD+ seluas 250 hektare di Kalsel ini ditargetkan selesai pada 2025 ini. Adapun dana REDD+ yang diperoleh Kalsel senilai Rp50 miliar lebih tersebut selain untuk penanaman juga untuk pengamanan kawasan hutan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya