Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Perlu Komitmen Serius Pemerintah

Denny Susanto
28/11/2025 15:25
Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Perlu Komitmen Serius Pemerintah
Lokasi pengisian daya kendaraan listril.(Dok. MI)

KOMITMEN Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik menghadapi berbagai tantangan. Ekosistem kendaraan listrik belum terbangun merata di seluruh wilayah termasuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 

Secara nasional perkembangan kendaraan listrik yang menjadi bagian electrifying lifestyle cukup pesat dalam lima tahun terakhir. Data Kementerian Perhubungan mencatat jumlah kendaraan listrik hingga pertengahan 2025 mencapai 274 ribu unit lebih. Kendaraan listrik ini didominasi sepeda motor hampir 200 ribu unit.

Sisanya mobil sebanyak 77 ribu unit, 700an unit bus, roda tiga dan angkutan barang. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan 13 juta motor listrik dan 2 juta mobil listrik pada tahun 2030 sebagai bagian dari komitmen Net Zero Emission ini. Sementara di Kalsel jumlah kendaraan listrik masih di angka 2000an unit yang juga didominasi motor listrik dan kurang 10 persen diantaranya mobil listrik.

"Di Kalsel kendaraan listrik juga cukup berkembang, terutama sepeda motor. Untuk mobil maupun transportasi umum masih menghadapi berbagai tantangan. Tentu program yang bertujuan untuk pengurangan emisi ini perlu kita dukung," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M Fitri Hernadi, Jumat (28/11).

Berbagai tantangan dalam pengembangan kendaraan listrik di Kalsel terutama pembangunan ekosistem meliputi infrastruktur pengisian daya (SPKLU) yang masih terbatas, harga kendaraan dan baterei yang relatif mahal serta minimnya bengkel kendaraan listrik. "Ini menjadi diantara penyebab perkembangan kendaraan listrik di Kalsel masih terbatas," kata Fitri.

Dukungan Pemprov Kalsel terhadap perkembangan kendaraan listrik dapat dilihat dari penyediaan fasilitas kendaraan listrik pada anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Bandara Syamsudin Noor. Juga pengoperasian SPKLU Fast Charging PLN pertama di Kalimantan di kompleks perkantoran Gubernur Provinsi Kalsel. 

Senada, Sales Manager Honda Trio Banjarmasin, Bobby Koesmanjaya mengatakan pangsa pasar kendaraan listrik di Kalsel, secara umum sangat besar. Namun perlu komitmen serius pemerintah untuk membangun ekosistem kendaraan listrik sehingga dapat diterima masyarakat.

"Bagi dealer atau dari sisi penjualan jika melihat kondisi ekonomi masyarakat Kalsel tentu peluang pemasaran kendaraan listrik sangat tinggi. Karena kendaraan listrik ini tergolong baru maka masyarakat konsumen dalam posisi masih mempelajari sejauh mana kendaraan listrik ini memberikan keuntungan atau lebih baik dibandingkan kendaraan BBM," tuturnya.

Bobby mengatakan regulasi pemerintah yang berkaitan dengan keberlanjutan program akan sangat menentukan perkembangan kendaraan listrik.

EBT dan Nuklir menjadi Solusi Ideal 

Program kendaraan listrik yang digalakkan pemerintah belakangan ini tidak lepas dari perhatian pakar lingkungan di Kalimantan Selatan, Profesor Gusti M Hatta. Menteri LH dan Menristek era Presiden SBY ini menilai program kendaraan listrik di satu sisi akan berdampak positif membantu mengurangi polusi udara dan dampak pemanasan global. 

Di sisi lainnya program ini belum menjawab komitmen internasional untuk mengganti pemanfaatan energi fosil dengan energi baru terbarukan (EBT). "Saat ini sumber energi masih didominasi energi fosil mencapai lebih 80 persen karena tingkat bauran baru sekitar 14 persen," ungkap Gusti Hatta.

Idealnya kebijakan kendaraan listrik juga diimbangi kebijakan peningkatan bauran energi dari EBT termasuk pengembangan energi nuklir yang potensinya besar di Indonesia sehingga suplai energi untuk pengisian daya kendaraan listrik berasal dari energi bersih. 

"Program ini cukup baik dan menunjukkan perkembangan positif terutama di kota besar. Masih banyak pekerjaan rumah harus dibenahi salah satunya membangun ekosistemnya dari hulu ke hilir, termasuk di dalamnya insentif atau kemudahan bagi masyarakat agar mau beralih menggunakan kendaraan listrik," tutur Gusti Hatta.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya