Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
NILAI ekspor Indonesia pada Mei 2022 tercatat sebesar US$21,51 miliar, atau turun 21,29% dari capaian April 2022 sebesar US$27,32 miliar.
Ini diakibatkan oleh penurunan nilai impor nonmigas sebesar 22,7%, dari sebelumnya US$25,89 miliar menjadi US$20,01 miliar.
"Secara bulanan, kita mengalami penurunan ekspor. Meski begitu, ada kenaikan ekspor migas sebesar 20,31%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers, Rabu (15/6).
Nilai ekspor migas pada Mei 2022 tercatat US$1,50 miliar, atau naik 4,38% dari capaian bulan sebelumnya, yakni US$1,43 miliar. Sektor migas menjadi satu-satunya yang mengalami pertumbuhan positif, karena kinerja apik dari minyak mentah dan gas.
Baca juga: Neraca Dagang RI Mei 2022 Surplus US$2,90 Miliar
Adapun tiga sektor lain, seperti pertanian, industri pengolahan dan pertambangan, mengalami penurunan. Tercatat ekspor sektor pertanian turun 25,92% (mtm), industri pengolahan turun 25,93% (mtm) dan pertambangan turun 12,92% (mtm).
"Sektor yang mengalami penurunan ini utamanya industri pengolahan, di mana menjadi yang terdalam turun 25,93%. Komoditasnya minyak kelapa sawit, pakaian jadi atau konveksi dari tekstil," terang Setianto.
Sedangkan di sektor pertanian, komoditas utama yang mendorong turunnya kinerja ekspor ialah sarang burung dan tanaman obat. Sementara itu, biji tembaga dan lignit menjadi sebab penurunan ekspor sektor pertambangan.
Baca juga: Nilai Ekspor Lewat Fasilitas KITE IKM Tembus US$43 Juta
Berdasarkan negara tujuannya, ekspor terbesar Indonesia pada Mei 2022 dilakukan ke India dengan nilai US$149,5 juta. Komoditas nonmigas yang paling banyak diekspor ke India ialah bahan bakar mineral dan pupuk.
Sementara, penurunan kinerja eskpor Indonesia terjadi pada Tiongkok, yakni US$899 juta. Ini disebabkan penurunan ekspor bahan bakar mineral dan lemak minyak hewan nabati ke Negeri Tirai Bambu.
Kendati menurun, Tiongkok masih menjadi pangsa ekspor terbesar Indonesia, yakni 22,95% dari total ekspor. Tercatat, nilai ekspor ke Tiongkok pada Mei 2022 sebesar US$4,59 miliar. India dan Amerika Serikat menyusul dengan nilai ekspor US$2,26 miliar dan US$2,05 miliar.(OL-11)
PEMERINTAH melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berencana memanggil pengelola lokapasar atau marketplace memberikan para pedagang mendapatkan insentif.
BPS menyebut kolaborasi dengan BAZNAS penting agar penyaluran bantuan tepat sasaran bagi mustahik, dengan dukungan data tunggal kesejahteraan (DTSEN).
Saya tidak melihat indikasi turunnya konsumsi.
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% memberi sinyal bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki pondasi yang kuat.
Karena itu, insentif harus dirancang sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong produktivitas, transfer teknologi, dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
CHIEF Economist Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan persoalan validitas data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi triwulan II sebesar 5,12%.
Baznas telah menyalurkan bantuan ke Gaza, Palestina mencapai hampir 1.000 ton dengan nilai lebih dari USD 5,7 juta.
KETUA Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa Arab Saudi mengultimatum Indonesia untuk segera menentukan wilayah di Arafah untuk haji, jika tidak akan diberikan pada negara lain
Israel memberikan izin khusus kepada Indonesia untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara (airdrop) ke Gaza.
Israel disebut tengah berunding dengan lima negara, termasuk Indonesia, untuk menerima warga Gaza
Prabowo menegaskan perlunya pengawasan dan transparansi dalam kekuasaan.
PBSI membidik satu gelar juara pada Kejuaraan Dunia 2025 yang akan berlangsung 25–31 Agustus di Adidas Arena atau Arena Porte de La Chapelle, Paris, Prancis.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved