Kamis 03 Maret 2022, 21:40 WIB

Ekonomi Jerman Siap Terima Dampak Besar dari Sanksi Rusia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Ekonomi Jerman Siap Terima Dampak Besar dari Sanksi Rusia

AFP/Odd Andersen.
Robert Habeck.

 

JERMAN bakal terkena dampak besar dari efek riak sanksi Barat terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina. Dampak dari perang kemungkinan akan menggagalkan harapan pemulihan ekonomi Jerman pada kuartal kedua 2022 di belakang pembatasan virus korona yang dilonggarkan.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan itu kepada wartawan, Kamis (3/3). "Dampak sanksi dan perang terhadap semua sektor ekonomi begitu kuat sehingga kami takut akan dampaknya besar," katanya.

Namun terlepas dari iklim bisnis yang sulit, Habeck memuji perusahaan karena mendukung sanksi dan mendukung tanggapan internasional terhadap agresi Moskow. Amerika Serikat dan sekutu Eropa telah memberlakukan sanksi besar-besaran yang bertujuan mengisolasi Rusia dari sistem keuangan dan perdagangan global, termasuk tindakan hukuman yang menargetkan bisnis, bank, dan miliarder.

Raksasa mobil Jerman Volkswagen, Daimler, dan BMW mengumumkan bahwa mereka menangguhkan operasi di Rusia. Padahal pabrik mereka di negara lain sedang menganggur karena pertempuran di Ukraina mengganggu rantai pasokan.

"Kita harus bersyukur karena semua perusahaan yang saya ajak bicara, baik di AS maupun di sini, mendukung penuh sanksi tersebut, meskipun itu merupakan beban yang cukup besar bagi mereka, meskipun karyawan terkena dampak dan situasi tegang," kata Habeck.

Pembangkit tenaga ekspor Jerman secara tradisional memiliki hubungan komersial yang erat dengan Rusia. Habeck mengatakan Berlin akan membantu melindungi perusahaan yang terkena dampak dari kejatuhan.

"Perusahaan Jerman telah menginvestasikan sekitar 20 miliar euro di Rusia," katanya. Hanya sekitar 7,4 miliar euro yang ditanggung oleh asuransi.

Pemerintah Jerman akan menyediakan kredit murah melalui pemberi pinjaman publik KfW untuk membantu mengompensasi beberapa kerugian. Habeck juga memperingatkan dampak kenaikan biaya energi dan gangguan dalam pengiriman bahan baku tertentu, pada saat Jerman, seperti negara-negara Eropa lain, sudah bergulat dengan inflasi yang melonjak.

Baca juga: Iran Siap Naikkan Produksi Minyak setelah Sanksi Dicabut

Setelah pencabutan pembatasan pandemi dan pelonggaran bertahap dari kesengsaraan rantai pasokan yang telah mengganggu perdagangan global, "Kita semua berharap bahwa kita akan mengalami peningkatan ekonomi musim semi ini yang akan mengembalikan ekonomi Jerman ke tingkat pra-pandemi," ujarnya. Namun Jerman sekarang harus memperhitungkan konsekuensi perang. "Dan harus dikatakan sekali lagi bahwa hanya Vladimir Putin yang membebani komunitas global dengan konsekuensi ini," tambahnya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

DOK/PT POS INDONESIA

Pos Indonesia Teken Kerja Sama dengan PT Inka Multi Solusi Service

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:30 WIB
Ruang lingkup kerja sama berupa kemitraan strategis terkait jasa kiriman logistik serta pemanfaatan...
PT. Neo Kosmetika Industri

Intip Peluang Perusahaan Maklon Hingga Jadi Sasaran Pebisnis Kosmetik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:11 WIB
Produk lokal mulai berlomba-lomba mengeluarkan produk yang ciamik namun dengan harga yang...
Dok. DPR RI

Banggar : Pertumbuhan Kuartal II-2022 Modal Penting Hadapi Tekanan Ekonomi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:54 WIB
Naiknya berbagai harga komoditas, lanjut Said, mendorong pertumbuhan sektor pertambangan yang tumbuh 4 persen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya