Selasa 22 Februari 2022, 16:31 WIB

Wapres: Komitmen Pemerintah Revitalisasi Industri Gula tidak Surut

Emir Chairullah | Ekonomi
Wapres: Komitmen Pemerintah Revitalisasi Industri Gula tidak Surut

ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Deretan truk membawa tumpukan tebu untuk digiling di pabrik gula Sei Semayang PTPN II Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

 

WAKIL Presiden RI Ma'ruf Amin menekankan komitmen kuat pemerintah dalam program revitalisasi industri gula, sebagai upaya memenuhi pasokan kebutuhan gula dalam negeri, tidak pernah surut.

“Saya ingin menekankan kembali bahwa komitmen Pemerintah dalam program revitalisasi industri gula tidak pernah surut,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan pembukaan Musyawarah Nasional V Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) secara daring, di Jakarta, hari ini.

Wapres menyampaikan bahwa Indonesia pernah mengalami era kejayaan industri gula pada tahun 1930-an dengan prestasi tertinggi sebagai negara pengekspor gula.

Wapres menekankan untuk dapat kembali meraih kejayaan tersebut, pemerintah terus memperbaiki kondisi dan kualitas pabrik gula agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas yang juga akan berimbas pada kesejahteraan petani.

“Kita ingin mandiri dalam pasokan gula, termasuk mendongkrak kesejahteraan petani tebu yang telah berperan di dalamnya,” tegas Wapres.

Wapres menilai Indonesia memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam tebu, yang merupakan bahan baku gula. Namun dalam skala besar, luas lahan tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan industri.

Baca juga: Operasi Pasar Minyak Goreng Subsidi Digelar di Bekasi Utara

“Lahan untuk tebu ini banyak di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan juga NTB. Namun, lahan-lahan yang ada dinilai masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri gula,” tuturnya.

Permasalahan lainnya, kata Wapres, terletak di sisi produktivitas perkebunan tebu (on farm) maupun pascapanen (off farm).

Untuk perbaikan on farm, sambungnya, para petani memerlukan bibit yang unggul, sehingga kualitas dan produksi tebu pun meningkat. Sementara dari sisi off farm, perlu ada penambahan dan peremajaan pabrik gula.

Ada pula aspek lain seperti tata kelola dan iklim usaha yang sangat menentukan keberhasilan industri gula Indonesia.

Wapres berharap seluruh tantangan yang dihadapi mendapatkan solusi terbaik dan pada akhirnya akan membawa manfaat bagi semua.

“Kita semua berharap agar usaha perkebunan dan industri gula Indonesia akan semakin berkembang dan terasa manis. Terkhusus bagi para petani tebu, semoga ada tetesan berkah yang membawa ke arah kesejahteraan hidup keluarga,” jelasnya.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Dosen UGM: Transformasi BUMN oleh Erick Thohir Dinilai Berhasil

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:07 WIB
Pertamina berhasil masuk 500 perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatannya dalam satu tahun...
Dok. Pribadi

Mengenal Sosok Pencetus Ide Kreatif Iklan Brand Besar di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:18 WIB
Jessica Kartika merupakan founder dari JJ INDONESIA (Group) yang terdiri dari Whizzup Digital Indonesia, JJ Communications, JJ Promotion...
Ist

BRI Dorong Para Talenta Muda Jadi Profesional Kompeten

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:46 WIB
Program BRILiaN Young Leader Indonesia (BYLI), pengembangan bagi pekerja Insan BRILiaN muda terpilih yang memberikan akselerasi karier,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya