Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK antara Rusia dan Ukraina yang terus memanas diyakini berdampak pada kurs rupiah. Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 36 poin menjadi Rp14.363 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (22/2).
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah bakal terus terkoreksi, seiring memburuknya hubungan Rusia dan Ukraina. Konflik tersebut membuat kekhawatiran pasar meningkat.
"Sampai sore ini kemungkinan mata uang rupiah terus melemah. Konflik ini sangat berpengaruh sekali terhadap pergerakan kurs rupiah ke depannya," ujar Ibrahim saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (22/2).
Baca juga: Para Pemimpin Dunia Kutuk Keputusan Rusia tentang Ukraina
Meski Bank Indonesia (BI) melaporkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus tinggi sebesar US$13,5 miliar atau sekitar Rp193 triliun pada 2021, faktor eksternal yang kuat menjadi alasan kurs rupiah bakal terus tertekan.
Apalagi, seusai pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengakui dua wilayah Ukraina, yaitu Luhansk dan Donetsk, sebagai negara merdeka.
"Walau secara internal data perekonomian kita bagus dan pengendalian covid-19 dalam negeri juga bagus atau mulai melandai, kekuatan konflik Rusia-Ukraina ini cukup besar. Membawa mata uang rupiah mengalami pelemahan," imbuh Ibrahim.
Baca juga: Saham Dunia Terpuruk Imbas Kekhawatiran Rusia-Ukraina
Diketahui, Putin telah mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis di Ukraina timur lewat pidato di stasiun televisi pemerintah. Sekalipun ada peringatan dari Barat bahwa langkah itu bisa memicu sanksi besar-besaran.
"Saya yakin perlu untuk mengambil keputusan yang sudah lama tertunda. Untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk," katanya dikutip dari AFP.
Pemimpin Rusia juga menuntut agar Ukraina mengakhiri operasi militer terhadap pemberontak pro-Moskow di bagian timur negara, atau menghadapi lebih banyak kemungkinan pertumpahan darah.(OL-11)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved