Rabu 13 Oktober 2021, 07:37 WIB

DPP GEMA Mathla'ul Anwar Dukung Erick Bersihkan Korupsi di Krakatau Steel

mediaindonesia.com | Ekonomi
DPP GEMA Mathla

dok.gema
Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi.

 

UPAYA Menteri BUMN Erick Thohir bersih-bersih BUMN termasuk PT. Krakatau Steel  mendapat dukungan dari kalangan aktivis. Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi, angkat bicara terkait hutang masa lalu  PT. Krakatau Steel. "Harus diusut siapa yang mesti bertanggung jawab," kata Nawawi.

Menurut Nawawi, dalam keterangannya, Rabu (13/10) hutang PT. Krakatau Steel untuk pembangunan pabrik baja sistem tanur tinggi atau blast furnace telah menumpuk hampir 10 tahun terakhir. Saat ini hutang tersebut terus bertambah hingga  mencapai 2 miliar dollar AS atau Rp 31 triliun. "Ini memprihatinkan karena hutang terus berbunga," kata Nawawi.

Nawawi meminta pihak berwajib harus segera memproses siapapun yang terindikasi terlibat korupsi tersebut. "Jangan sampai para pegawai terlihat sejahtera, tetapi di balik itu negara yang menanggung hutang," kata Nawawi.

Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  terhadap kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memang banyak memberi catatan. Deputi Akuntan Negara BPKP, Sally Salamah menyebut, terdapat saran untuk perbaikan pengendalian intern. Saran tersebut untuk mencegah terjadinya potensi kecurangan dan korporasi dapat mendeteksinya lebih dini praktik korupsi yang terjadi.

Menurut Nawawi, upaya Erick untuk membebaskan perusahan plat merah dari praktek korupsi harus didukung oleh semua pihak. "Kami sebagai ormas yang basis awalnya di Banten merasa kecewa pada PT. KS," kata Nawawi.

Harapan kita semua PT. KS harus berada pada kondisi manajemen, keuangan, dan produksi yang sehat. "Ini perusahaan kebanggaan warga Banten karena berdiri dari sumbangan Kesultanan Banten. Kami tidak mau dikecewakan," kata Nawawi.  

Banten bangga menjadi lokasi perusahaan plat merah yang membidangi industri baja terbesar di Indonesia. "Mari kita kembalikan PTKS yang berperan sentral menjadi pemasok utama kebutuhan baja nasional," kata Nawawi. (OL-13)

Baca Juga: Indonesia-Taiwan Kembangkan Industri Manufaktur Berteknologi Tinggi 

Baca Juga

MI/Tosiani

Harga Bawang Merah di Indonesia Lebih Mahal dari Beberapa Negara di ASEAN

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 11:07 WIB
Harga bawang merah Indonesia lebih mahal dari beberapa negara tetangga di ASEAN, yaitu Malaysia, Filipina, Thailand, dan...
Antara

Garuda Siap Hadapi Gugatan PKPU Mitra Buana Koorporindo

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 11:00 WIB
PT Garuda Indonesia.Tbk akan mempelajari permohonan PKPU tersebut, bersama dengan konsultan yang telah ditunjuk oleh emiten...
Antara

Saham Korsel Merosot, Laba Samsung Electronics jadi Fokus

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 10:25 WIB
SAHAM-saham Korea Selatan (Korsel) jatuh pada awal perdagangan Rabu (27/10), karena para pedagang melakukan aksi ambil...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya