Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ada 24 perusahaan yang mencatatkan penawaran umum di seluruh instrumen. Lalu, di pipeline BEI masih ada 30 perusahaan yang mengantre untuk diproses.
Sehingga, total sebanyak 54 perusahaan atau 82% dari total target perusahaan yang melakukan penawaran umum. Seluruh instrumen tersebut seperti saham, obligasi, reksa dana exchange-traded fund (ETF) dan efek beragun aset (EBA).
Kemudian, efek beragun aset surat partisipasi EBA SP, Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (Dinfra), serta Dana Investasi Real Estate (Dire), termasuk Dire syariah. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menjelaskan pihaknya tidak akan menyebutkan nama perusahaan yang akan melakukan IPO, sebelum mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: Investor Respons Positif Kebijakan Pandemi Jokowi
Perkiraan untuk instrumen saham saja, lanjut dia, di dalam pipeline BEI masih ada 26 perusahaan dalam proses IPO. Dari size aset perusahaan, setengah dari 26 perusahaan memiliki aset skala besar atau di atas Rp250 miliar. Kemudian, 10 perusahaan berasal dari aset skala menengah, yakni Rp50-250 miliar. Hanya 3 perusahaan antrean yang berasal dari skala aset kecil.
"Hampir sebagian besar perusahaan yang mau IPO berasal dari aset besar dan menengah," papar Nyoman seusai RUPS BEI, Selasa (29/6).
Sebanyak 8 perusahaan di antaranya akan tercatat pada Juli 2021. Hanya satu yang merupakan perusahaan teknologi atau e-commerce yang berskala besar. Terkait giant e-commerce yang akan IPO, draft peraturan multiple voting share (MVS) menjadi otoritas OJK.
Baca juga: Presiden Ingin Ekosistem Digital di RI Lebih Inklusif
BEI bekerja sama dengan OJK sebagai partner untuk berdiskusi dan merumuskan MVS ini. Perkembangan terakhir yang bisa dia sampaikan adalah rule making rule process sudah selesai.
"OJK saat ini sedang memfinalisasi. Tentu dari BEI menginginkan peraturan ini segera terbit. Dalam hal tidak ada tanggapan yang substansial dari para pemangku kepentingan," imbuh Nyoman.
Untuk perusahaan yang eligible menggunakan MVS, boleh memilih menggunakan atau tidak MVS tersebut. Tidak semua e-commerce menyatakan akan menggunakan. Apabila perusahaan memilih menggunakan MVS, meski dinyatakan di dalam anggaran dasar mereka dahulu.
Baca juga: IPO Unicorn akan Jadi Game Changer Bagi Pasar Modal Indonesia
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono W Widodo mengatakan jika perusahaan teknologi atau e-commerce berkapitalisasi besar akan melakukan IPO di pasar modal Indonesia. Diharapkan, mampu menambah jumlah investor di Indonesia, baik ritel, institusi, domestik, maupun asing.
"Diharapkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bisa meningkat. Sehingga, meningkatkan likuiditas market. Pembobotan Indonesia di MSCI ataupun indeks regional maupun internasional bisa naik. Targetnya hingga akhir 2021, nilai transaksi harian masih dipertahankan di Rp11 triliun," terang Laksono.
Pada 2020, rata-rata nilai transaksi harian pada November pernah mencapai Rp13,2 triliun dan Rp18,4 triliun pada 2020. Capaian itu membantu menutup tahun 2020 dengan (RNTH) sebesar Rp9,2 triliun. BEI pada 2020 secara konsolidasi membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,62 triliun, atau meningkat 4,3% dari pendapatan usaha pada 2019.(OL-11)
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Peningkatan batas minimal free float saham menjadi 15% serta rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal nasional.
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Masih banyak trader masuk ke pasar saham tanpa pemahaman matang sehingga cenderung mengambil keputusan emosional.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved