Selasa 29 Juni 2021, 15:13 WIB

Presiden Ingin Ekosistem Digital di RI Lebih Inklusif

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Presiden Ingin Ekosistem Digital di RI Lebih Inklusif

Dok. Biro Pers Setpres
Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangan pers.

 

PRESIDEN Joko Widodo mendorong pembentukan ekosistem digital yang inklusif di Indonesia. Kreasi dan inovasi di ranah digital perlu didukung untuk memajukan peranan digital di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam peluncuran Tadex (Tanah Air Digital Exchange) yang diinisiasi Dewan Pers dan Task Force Media Sustainability bersama Telkom Grup. "Karya anak bangsa ini harus kita dukung dan manfaatkan sebaik-baiknya, untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, Selasa (29/6).

Tadex merupakan platform yang mempertemukan pengiklan (advertiser) dan media (publisher) yang digagas untuk mendorong inklusivitas digital. Melalui Tadex, Jokowi berharap ekosistem bisnis periklanan dan media di ranah digital dapat terbangun dengan baik dan berkelanjutan.

Baca juga: Ekonomi Digital Bisa Diandalkan untuk Dongkrak Pertumbuhan

Kepala Negara juga berharap kehadiran Tadex dapat meningkatkan kualitas konten informasi yang disampaikan media nasional. "Membangun periklanan digital yang inovatif dan transparan, dengan tetap mengedepankan kualitas penyampaian pesan kepada publik," tukas Presiden.

"Saya yakin Tadex akan memberikan angin segar,s karena menawarkan model bisnis periklanan digital berkelanjutan. Membuka banyak peluang baru yang bermanfaat bagi advertiser, publisher, marketer dan pemangku kepentingan lainnya," imbuhnya.

Pihaknya berharap Indonesia terus menghadirkan solusi yang inovatif di era disrupsi. Hal itu dapat dilakukan dengan mengembangkan semangat digitalpreneur. Tujuannya, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Baca juga: Pulihnya Ekonomi AS Berdampak Positif ke Ekonomi Indonesia

Saat ini, lanjut dia, kontribusi ekonomi digital di Tanah Air masih tergolong rendah, yakni 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, pasar digital di Indonesia cukup besar.

"Ini artinya kita harus berlari lebih cepat lagi. Sehingga, pada 2025 kita bisa menguasai sekitar 40% dari total potensi ekonomi digital Asia. Pada 2030, ekonomi digital bisa berkontribusi 18% dari PDB," tutur Jokowi.

"Kehadiran Tadex menjadi momentum penting untuk melahirkan lompatan baru, menciptakan ekosistem digital yang lebih baik. Menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," pungkasnya.(OL-11)
 

 

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Presiden Apresiasi Perusahaan Berkinerja Ekspor Baik 

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:30 WIB
“Saya menyampaikan selamat kepada para eksportir Indonesia penerima penghargaan Primaniyarta. Bapak ibu telah membantu percepatan...
Antara

Kementerian Perindustrian dan Pemprov Jabar Bawa Industri Halal hingga Ekonomi Kreatif ke Dubai Ekspo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:28 WIB
Pememprov turut meramaikan Paviliun Indonesia dengan memamerkan produk...
AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya