Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Senin (24/5) menyambangi kantor Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Wisma Iskandasyah Jakarta Selatan .
Apersi yang dipimpin langsung Ketua Umum Junaidi Abdillah, bertemu dengan Komisiones BP Tapera Adi Setianto. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, namun membahas banyak hal serius. Secara kelembagaan, kedua belah pihak menjajaki kemungkinan kerja sama dalam penyediaan rumah bagi masyarakat.
Junaidi Abdillah mengataka, akan terus mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Untuk itu, kita (Apersi) akan melakukan MoU atau kerjasama yang akan memberikan kemudahan dan mempercepat pembangunan perumahan susbidi untuk MBR yang dibangun anggota Apersi,” jelas Junaidi
Junaidi menambahkan, melalui BP Tapera akan menjadi solusi sebagai penyedia rumah bagi pekerja formal maupun informal dengan mekanisme sederhana dan singkat.
Baca juga : Indeks Properti Hunian Turun Karena Harga Apartemen Ambles
Sementara itu, Komisiones BP Tapera Adi Setianto menyambut baik Apersi yang akan menjadi mitra utama dalam merealisasikan program 1 juta rumah dari pemerintah pusat.
"Dalam operasionalnya BP Tapera akan menyederhanakan administrasi serta mekanisme proses yang terkait pengembang dan perbankan. Sehingga target pengadaan rumah untuk MBR lebih mudah dan terserap cepat,” ujar Adi.
Setianto menambahkan, mulai Juni 2021, BP Tapera akan dioperasionalkan dan bisa di akses oleh manyarakat melalui BTN dan lembaga pembiayaan lainnya.
Melalui BP Tapera serta stake holder terkait, Apersi berkomitnen untuk menjaga kualitas bangunan dan kontruksinya. Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Apersi M. Solikin mengatakan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah dan maksimal dalam program tersebut karena ini menjadi bagian sumbangsih kepada masyarakat indonesia.
“Dengan adanya kerja sama ini akan memberikan kepastian dan manfaat bagi dunia usaha dan juga mempercepat pasokan rumah subsidi, khususnya bagi anggota Apersi,” tutupnya. (RO/OL-7)
Pemerintah dorong inovasi atasi mismatch pasokan-permintaan perumahan. Ajang BTN Housingpreneur 2025 saring 1.170 peserta, tetapkan 58 pemenang.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengintensifkan percepatan program rumah bersubsidi dengan memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan kesiapan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran dengan teknologi precast yang efisien dan tahan gempa.
BP Tapera mencatat penyaluran FLPP rumah subsidi pada 2025 mencapai 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun melalui 40 bank di 33 provinsi.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
Menurutnya, akad massal ini menjadi salah satu tonggak penting percepatan program perumahan nasional.
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved