Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PORTAL properti Rumah.com merilis Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) yang disusun berdasarkan data harga, suplai dan pencarian properti sepanjang Q1 2021 serta dibandingkan dengan kuartal dan tahun sebelumnya.
Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan temuan utama Rumah.com Indonesia Property Market Index Q2 2021 menunjukkan terjadinya penurunan indeks harga properti hunian, baik secara kuartalan maupun tahunan. Namun, turunnya harga properti pada kuartal ini lebih disebabkan oleh turunnya harga apartemen sebesar 2,3% (quarter-on-quarter).
"Rumah.com Indonesia Property Market Index - Harga (RIPMI-H) pada kuartal pertama 2021 berada pada angka 110,3, turun 0,4% dibanding Q4 2020 (quarter-on-quarter). Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan sebesar 2%. Turunnya indeks harga properti hunian ini lebih terlihat pada segmen apartemen," jelas Marine.
Indeks harga properti untuk rumah tapak berada pada angka 116,3 pada kuartal pertama 2021, masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,6% dibanding kuartal sebelumnya dan 0,5% secara tahunan.
Sementara itu, indeks harga properti unntuk apartemen berada pada angka 109,9 pada kuartal pertama 2021, turun 2,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter) dan turun 5,3% dibandingkan kuartal pertama 2020 (year-on-year).
Data Rumah.com Indonesia Property Market Index mencatat turunnya indeks harga gabungan (rumah dan apartemen) terjadi di sejumlah provinsi.
RIPMI-H untuk wilayah DKI Jakarta pada kuartal pertama 2021 turun sebesar 0,44% dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski demikian, penurunan hanya terjadi di segmen apartemen, yakni sebesar 2,6% (quarter-on-quarter). Sementara segmen rumah tapak masih menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,2% (quarter-on-quarter).
Sementara itu, Jawa Barat mencatatkan kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 0,5% yang ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 1,2% (quarter-on-quarter) namun tidak demikian halnya dengan indeks harga apartemen, yang mengalami penurunan sebesar 0,9% (quarter-on-quarter).
Tren yang sama juga terlihat di Banten dimana mencatat kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 1,62% secara kuartalan. Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 1,9% (quarter-on-quarter) sementara indeks harga apartemen turun 1,6% (quarter-on-quarter).
Jawa Tengah juga mencatat kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 1,37% secara kuartalan. Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 0,97% (quarter-on-quarter) namun indeks harga apartemen turun 0,33% (quarter-on-quarter).
Tren yang berbeda terlihat di Jawa Timur. Indeks harga properti gabungan menunjukkan penurunan sebesar 1,64% secara kuartalan, namun penurunan justru disebabkan turunnya harga rumah tapak sebesar 2,13% (quarter-on-quarter) sementara indeks harga apartemen meningkat sebesar 1,79% (quarter-on-quarter). (RO/E-1)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved