Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp9,03 triliun di tengah tantangan kondisi makro ekonomi dan pelemahan daya beli konsumen. Selain itu, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp1,37 triliun serta laba bersih Rp470 miliar. Laba bersih inti (underlying NPAT) juga meningkat 57% menjadi Rp630 miliar, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan penguatan eksekusi operasional. LPKR juga menutup tahun dengan posisi kas yang solid sebesar Rp1,96 triliun.
Kinerja keuangan yang positif tersebut didukung oleh fokus perseroan pada bisnis inti di sektor real estate dan gaya hidup, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan keuangan yang lebih prudent melalui pengendalian biaya dan pengurangan utang.
“Kami dengan bangga menyampaikan pencapaian pra penjualan dan hasil keuangan tahun 2025 yang didukung oleh serah terima berbagai produk secara tepat waktu di berbagai wilayah. Strategi perumahan terjangkau perseroan yang dilengkapi penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan,” ujar CEO LPKR John Riady, Senin (2/3).
Pada segmen real estate, pra penjualan sepanjang 2025 mencapai Rp5,32 triliun atau sekitar 85 persen dari target tahunan. Permintaan yang kuat terhadap rumah tapak, baik di segmen terjangkau maupun premium, menjadi kontributor utama dengan porsi 72 persen dari total pra penjualan. Kinerja tersebut juga didukung oleh peluncuran proyek Park Serpong serta produk Treetops Livin, yang menyasar segmen mass-market dan menengah.
Pendapatan dari segmen real estate mencapai Rp7,67 triliun atau tumbuh 52 persen secara tahunan, didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu. EBITDA dari segmen ini tercatat sebesar Rp1,15 triliun. Sementara itu, segmen gaya hidup yang mencakup bisnis mal dan hotel mencatat pendapatan Rp1,37 triliun sepanjang 2025.
Laba kotor segmen ini meningkat 6 persen menjadi Rp1,03 triliun, dengan EBITDA tumbuh 16% secara tahunan menjadi Rp448 miliar. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan pendapatan sewa tenant, pemulihan operasional, serta efisiensi biaya. (E-3)
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatat laba bersih unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang tahun buku 2025.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) mencatatkan lonjakan signifikan pada laba usaha dan laba bersih hingga kuartal III-2025, meski pendapatan Perseroan mengalami penurunan tipis.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan kinerja pada triwulan III 2025 setelah dua periode sebelumnya mengalami tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved