Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun pada 2025, Kredit Tumbuh 15 Persen

Andhika Prasetyo
03/2/2026 13:22
BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun pada 2025, Kredit Tumbuh 15 Persen
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan (tengah) menyampaikan paparan kinerja perseroan.(Antara)

PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan (year on year/YoY). Ekspansi tersebut turut mendorong laba bersih konsolidasi perseroan menembus Rp20 triliun.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan bahwa di tengah tekanan eksternal berupa volatilitas global dan penyesuaian suku bunga, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan pendanaan, disiplin manajemen risiko, serta fokus penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.

“Pertumbuhan kredit 15,9% secara tahunan didukung ekspansi ke sektor produktif dan ditopang struktur pendanaan yang semakin kuat,” ujar Putrama dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/2).

Pertumbuhan kredit tersebut ditopang dana murah (CASA) yang meningkat signifikan sebesar 28,9% (YoY). Kinerja CASA didorong lonjakan giro hingga 43,8% dan pertumbuhan tabungan 11,2%, yang berkontribusi menekan biaya dana sekaligus menjaga likuiditas perseroan.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan bahwa pengelolaan neraca sepanjang 2025 diarahkan pada keseimbangan antara ekspansi bisnis, efisiensi biaya dana, dan penguatan permodalan. Menurutnya, diversifikasi portofolio kredit menjadi kunci menjaga kualitas aset di tengah perlambatan ekonomi global.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) BNI tercatat 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator. Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 1,9% dan Loan at Risk (LaR) 8,5%. Angka-angka itu mencerminkan risiko kredit yang telah kembali ke level prapandemi. Rasio pencadangan pun terjaga kuat, dengan coverage NPL 205,5% dan pencadangan LaR 46,9%.

Secara operasional, BNI membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp9,4 triliun pada kuartal IV 2025. Sepanjang tahun, pendapatan bunga bersih (NII) mencapai Rp40,3 triliun, meski loan yield tertekan akibat penurunan suku bunga acuan. Sementara itu, pendapatan nonbunga tumbuh 5,2% menjadi Rp24,6 triliun.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada menambahkan bahwa pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai Rp197 triliun atau sekitar 22% dari total kredit. BNI juga menerbitkan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing Rp5 triliun sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

BNI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk melalui penyaluran pembiayaan ke sektor pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penguatan fundamental ekonomi jangka panjang. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya