Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan volume penjualan sepanjang 2025, namun membukukan pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut.
"Total volume penjualan semen dan klinker mencapai 19.941 ton pada 2025. Angka ini turun 2,7% dibandingkan 2024. Penurunan terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan domestik sebesar 3,9. Meski demikian kami tetap survive karena beberapa strategi yang dilakukan," kata Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya di Jakarta, Kamis (2/3).
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan netto perusahaan tercatat sebesar Rp 17,73 triliun pada 2025, turun 4,4% dibandingkan 2024, yakni Rp 18,55 triliun. Mayoritas pendapatan neto INTP pada 2025 berasal dari segmen penjualan semen sebanyak Rp 16,83 triliun. Setelah itu, diikuti pendapatan dari segmen penjualan beton siap pakai sebesar Rp 1,52 triliun dan segmen tambang agregat sebesar Rp 252,28 miliar. Total pendapatan neto tersebut kemudian dikurangi eliminasi sebesar Rp 873,06 miliar.
Sedangkan beban pokok pendapatan perusahaan turun 4,2% menjadi Rp 11,96 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 12,49 triliun. Hal ini menghasilkan laba kotor sebesar Rp 5,77 triliun dengan margin 32,5% terhadap pendapatan bersih.
"Efisiensi operasional turut menopang kinerja. Beban usaha berhasil ditekan 1,1% menjadi Rp 3,68 triliun. Selain itu, perseroan mencatatkan keuntungan dari divestasi sebesar Rp 670 miliar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama," paparnya.
Sementara itu, beban operasi lain, neto turun 186,7% menjadi minus Rp 49,9 miliar, terutama akibat rugi selisih kurs sepanjang tahun. Secara keseluruhan, margin laba usaha tercatat 15,3% dan margin EBITDA 24,1 persen pada 2025.
“Pendapatan Keuangan, neto menurun 91,1% menjadi Rp 6,7 miliar, didorong pendapatan bunga yang lebih tinggi seiring saldo kas yang lebih besar pada 2025. Bagian atas laba neto entitas asosiasi, neto turun 74,6% menjadi Rp 37,0 miliar karena tingginya laba 2024 atau terkait penjualan lahan,” ujarnya.
Di samping itu, beban pajak penghasilan, neto sebesar Rp 487,6 miliar, lebih rendah 7,1%. Pada akhirnya, laba tahun berjalan 2025 mencapai Rp2,2 triliun, naik 12%.
Ia menilai, dampak musim hujan dan juga musim libur Idul Fitri terhadap turunnya permintaan semen diharapkan hanya mempengaruhi kinerja pada kuartal I-2026.
"Diperkirakan mulai kuartal II-2026, faktor musim kering dan peningkatan belanja konstruksi akan mengangkat dan menopang pertumbuhan volume permintaan semen. Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar, sehingga disiplin pengendalian biaya dan pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci bagi produsen semen untuk dapat mempertahankan kinerjanya," tegasnya. (E-3)
PT Penjaminan Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan di tengah dinamika industri penjaminan.
Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton dan pendapatan tercatat Rp10,7 triliun.
PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.
PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp9,03 triliun di tengah tantangan kondisi makro ekonomi.
Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen.
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun sepanjang tahun buku 2025.
PT Penjaminan Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan di tengah dinamika industri penjaminan.
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan sepanjang 2025.
Dugaan pemerasan berkedok wartawan menyerang BUMN dan perusahaan swasta dengan tuduhan laporan keuangan fiktif. Modus ancaman dan intimidasi terungkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved