Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Restrukturisasi Keuangan Perkuat Kinerja Laba Bersih

Rahmatul Fajri
01/4/2026 21:38
Restrukturisasi Keuangan Perkuat Kinerja Laba Bersih
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Perseroan)/Krakatau Steel Goup (KRAS) mengumumkan pencapaian penting dalam perjalanan transformasinya dengan membukukan laba bersih sebesar US$339,64 juta (setara Rp5,68 triliun) pada tahun buku 2025.

Pencapaian ini merupakan buah kepercayaan para pemangku kepentingan dan langkah strategis pembenahan internal yang dilakukan bertahap.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan mengatakan laba bersih yang tercatat pada periode ini sebagian besar bersumber dari keuntungan buku (accounting gain) atas keberhasilan program restrukturisasi utang yang komprehensif.

Perseroan, kata dia, mencatatkan pendapatan keuangan sebesar US$519,92 juta dari proses restrukturisasi itu, termasuk laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) senilai US$156,74 juta.
Menurutnya, hasil positif ini tak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara serta kepercayaan para kreditur dan mitra bisnis.

"Kami amat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara jadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati guna memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar Djohan, Rabu (1/4/2026).

Dia menjelaskan sepanjang 2025, perseroan mampu membukukan pendapatan US$959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam 29,0% daripada tahun sebelumnya.
Menurut Akbar Djohan, ketangguhan Krakatau Steel pada 2025 tidak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga terlihat jelas dari struktur neraca yang kian sehat dan kokoh.

Perseroan berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset US$2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Pada saat yang sama, komitmen perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, yakni total liabilitas berhasil ditekan turun 17,04% menjadi US$2,04 miliar (Rp34,11 triliun).

"Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas perseroan naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun, sebuah indikator Krakatau Steel kini memiliki landasan finansial jauh lebih kuat untuk ekspansi masa depan," katanya.

Melengkapi kesehatan finansial itu, perseroan meneguhkan komitmennya pada aspek transparansi dan tata kelola. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen.

Akbar Djohan menegaskan predikat WTM ini merupakan jaminan kepercayaan bagi seluruh pemegang saham dan mitra bisnis. "Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Karena itu, perseroan terus mengevaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal demi menjaga kepercayaan yang diberikan seluruh stakeholders," kata Akbar Djohan.

Menatap masa depan, lanjut dia, Krakatau Steel optimistis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik.

"Fokus strategis perseroan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas," terangnya.

Dia menambahkan sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh atas semua portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan.

Perseroan, kata dia, meyakini jika kinerja seluruh unit joint venture menunjukkan tren positif, terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama, hal tersebut dipastikan akan berkontribusi jauh lebih besar dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan.

"Sejalan dengan komitmen pada tata kelola yang lebih baik dan disiplin investasi yang ketat, kami terus melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan setiap kerja sama agar sejalan dengan arah bisnis jangka panjang."

"Keputusan ini diambil demi memperkokoh struktur keuangan serta memastikan setiap inisiatif bisnis mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi ekosistem bisnis Krakatau Steel dan seluruh pemangku kepentingan," pungkas Akbar Djohan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya