Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

MPMX Raup Pendapatan Rp16,2 Triliun di Tengah Tantangan Industri Otomotif

Insi Nantika Jelita
01/4/2026 20:36
MPMX Raup Pendapatan Rp16,2 Triliun di Tengah Tantangan Industri Otomotif
ilustrasi(MPMX)

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp462 miliar. Angka itu lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Secara tahunan, pendapatan perusahaan turun tipis 1%, sementara laba bersih terkoreksi 19%. Penurunan ini mencerminkan dinamika industri serta normalisasi kinerja di sejumlah segmen usaha setelah pertumbuhan tinggi pada periode sebelumnya.

Group CEO MPMX, Suwito Mawarwati, menyebut 2025 sebagai tahun yang penuh tantangan secara operasional, dengan capaian yang berada di bawah performa 2024. Tekanan makroekonomi seperti daya beli yang melemah, suku bunga yang masih tinggi, serta perlambatan konsumsi domestik turut memengaruhi kinerja perseroan.

Kondisi tersebut berdampak pada sektor yang berkaitan dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen. Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, pendapatan tercatat Rp15,2 triliun atau turun 2% secara tahunan.

Penjualan kendaraan roda dua mencapai 699 ribu unit, sementara bisnis aftermarket mencatat pertumbuhan 3,5%. Di sisi ritel, penjualan mencapai 187 ribu unit, dengan pendapatan aftermarket melonjak 24% berkat peningkatan layanan suku cadang dan perbaikan.

Di tengah tekanan tersebut, segmen asuransi menunjukkan kinerja positif. Pendapatan MPMInsurance tumbuh 1,6% menjadi Rp927,8 miliar, didorong oleh produk engineering dan properti. Selain itu, hasil investasi perusahaan meningkat signifikan hingga 45% secara tahunan, yang turut mendorong pertumbuhan laba bersih MPMInsurance sebesar 69,7%.

Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan armada sekitar 15.000 unit dengan tingkat utilisasi mencapai 92%. Sementara itu, penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat 6% menjadi 4.000 unit, terutama dari kendaraan niaga.

Fokus Efisiensi dan Transformasi

MPMX menegaskan tetap fokus pada efisiensi operasional, penguatan tata kelola, serta optimalisasi portofolio bisnis guna menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

Perusahaan juga memanfaatkan kondisi 2025 sebagai momentum evaluasi strategis untuk meningkatkan adaptabilitas dan memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.

Di sektor jasa keuangan, entitas Jaccs MPM Finance Indonesia masih berfokus pada pengendalian risiko dan efisiensi. Kerugian operasional tercatat turun 53% menjadi Rp437 miliar, mencerminkan perbaikan dalam pengelolaan portofolio pembiayaan.

Tetap Bagikan Dividen

Sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham, MPMX membagikan dividen sebesar Rp120 per saham untuk tahun buku 2024. Perseroan menyatakan akan terus menjaga konsistensi pembagian dividen dalam jangka panjang.

Ke depan, MPMX akan terus memperkuat bisnis inti, meningkatkan produktivitas operasional, serta mengembangkan strategi adaptif untuk menghadapi dinamika industri yang terus berubah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya