Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Laba Newport Marine Services Tumbuh 73 Persen, Ditopang Bisnis Sewa Kapal

Andhika Prasetyo
17/3/2026 20:51
Laba Newport Marine Services Tumbuh 73 Persen, Ditopang Bisnis Sewa Kapal
ilustrasi(BOAT)

PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan sepanjang 2025. Kinerja positif itu didorong segmen bisnis penyewaan kapal (charter vessel) serta efisiensi pengelolaan keuangan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$2,04 juta. Angka itu tumbuh 73% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$1,17 juta.

Sejalan dengan itu, margin laba bersih meningkat menjadi sekitar 11,5% dari 10,2% pada 2024, mencerminkan perbaikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan kenaikan sebesar 54% menjadi US$17,71 juta pada 2025, dibandingkan US$11,46 juta pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas pada segmen penyewaan kapal, seiring bertambahnya proyek baru dan meningkatnya utilisasi armada.

Direktur Utama Newport Marine Services Sujaya Soekarno Putra menyatakan peningkatan kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi komersial dan operasional perusahaan dalam menangkap peluang di sektor jasa maritim.

“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aktivitas charter vessel, yang berasal dari keberhasilan memperoleh proyek baru sehingga utilisasi armada meningkat,” ujar Sujaya.

Ke depan, perseroan berencana terus memperkuat aktivitas bisnis dengan tetap menerapkan strategi ekspansi yang terukur, khususnya di sektor offshore yang dinilai masih memiliki prospek positif.

Dari sisi keuangan, perseroan juga mencatat penurunan beban bunga seiring berkurangnya pinjaman bank, yang turut meningkatkan profitabilitas. Selain itu, margin operasional dan EBITDA menunjukkan perbaikan sejalan dengan efisiensi biaya dan peningkatan utilisasi armada.

Arus kas operasional juga mengalami peningkatan signifikan, dengan capaian USD5,03 juta pada 2025, dibandingkan USD2,32 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh optimalisasi pengelolaan arus kas dan modal kerja.

Penguatan arus kas dan efisiensi pembiayaan memberikan ruang lebih luas bagi perusahaan untuk melakukan investasi, khususnya pada armada dan aset operasional.

“Namun ekspansi tetap dilakukan secara selektif dan prudent dengan mempertimbangkan dinamika suku bunga global serta volatilitas pasar energi,” imbuhnya.

Secara industri, sektor jasa maritim offshore menunjukkan tren pemulihan dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Hal ini turut mendorong kebutuhan terhadap layanan kapal pendukung offshore. Dengan tren tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan melalui peningkatan aktivitas komersial, optimalisasi armada, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya