Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING meningkatnya permintaan produk alat kesehatan nasional, PT Itama Ranoraya Tbk (IDX: IRRA) mencatat kinerja keuangan yang solid hingga akhir Kuartal III 2025. Perusahaan distribusi alat kesehatan ini berhasil membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih yang signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Hingga 30 September 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp1,01 triliun, meningkat 73,5% dibandingkan Rp584,25 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan volume distribusi dan kontribusi positif dari berbagai lini produk alat kesehatan yang dikelola Perseroan.
Perseroan juga mencatat peningkatan gross profit yang solid, seiring dengan optimalisasi proses distribusi dan pengendalian biaya pokok penjualan. Laba usaha meningkat 108% menjadi Rp84,20 miliar, didorong oleh efisiensi operasional yang konsisten.
Ebitda Perseroan tercatat sebesar Rp104,40 miliar, mencerminkan peningkatan efisiensi dan kemampuan menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional yang kuat. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp44,61 miliar, tumbuh 122% dibandingkan Rp20,08 miliar pada September 2024, mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menjaga profitabilitas di tengah ekspansi bisnis.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2025 mencapai Rp2,72 triliun, naik 64% dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp1,66 triliun. Ekuitas juga meningkat menjadi Rp556,46 miliar, didukung oleh kinerja laba yang solid dan pengelolaan modal kerja yang prudent.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif menyampaikan, bahwa pencapaian hingga kuartal III mencerminkan ketahanan dan kapasitas Perseroan dalam menjaga pertumbuhan di tengah dinamika industri alat kesehatan.
“Peningkatan signifikan pada penjualan dan laba bersih menegaskan efektivitas strategi kami dalam memperluas pasar domestik serta memperkuat posisi Perseroan sebagai mitra utama penyedia alat kesehatan nasional. Ke depan, kami akan terus berinvestasi pada teknologi dan sistem distribusi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Perseroan optimistis dapat melanjutkan tren positif hingga akhir tahun, dengan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. (H-1)
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
Diagnos menyampaikan performa keuangan pada kuartal III 2025 terdapat koreksi pendapatan sebesar 2% secara year-on-year (YoY) apabila dibandingkan dengan kuartal III 2024.
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT), perusahaan pelayaran nasional yang bergerak di jasa kelautan untuk sektor minyak dan gas bumi (migas), mencatatkan kinerja keuangan yang kuat.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat kinerja keuangan solid hingga kuartal III 2025 dengan pendapatan sebesar Rp4,12 triliun atau tumbuh 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
SEPANJANG semester pertama 2025, PT Venteny Fortuna International Tbk mencatatkan total pendapatan sebesar Rp104,0 miliar. Pendapatan ini mengalami peningkatan sebesar 18,3%.
Jasaraharja Putera berhasil meningkatkan pendapatan premi bruto dari Rp1,114 triliun pada 2023 menjadi Rp1,185 triliun pada tahun 2024.
PT Petrindo Jaya Kreasi membukukan laba bersih sebesar US$30 juta pada semester pertama 2024. Angka itu mengalami peningkatan dari posisi laba US$11 juta di semester pertama 2023.
PT Pegadaian mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,9 triliun pada semester pertama 2024. Angka tersebut naik 37,9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Maximus Insurance membukukan pertumbuhan premi bruto sebesar Rp1,87 triliun atau naik 8,38% dari capaian 2022.
Dari sisi fungsi intermediasi, hingga akhir Desember 2023, BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp1.266,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved