Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Lonjakan Harga Rumah tak Diimbangi Pendapatan Tinggi, Gen Z makin Sulit Miliki Hunian

Ihfa Firdausya
21/12/2025 21:55
Lonjakan Harga Rumah tak Diimbangi Pendapatan Tinggi, Gen Z makin Sulit Miliki Hunian
Pekerja menyelesaikan area proyek pembangunan rumah subsidi di Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten(ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut rata-rata pertumbuhan pendapatan di antara 1,8-2,5%. Sedangkan rata-rata harga rumah sudah lebih dari 3,5%, bahkan di beberapa daerah sudah lebih dari 5% per tahun.

"Memang sekarang sedang ada perlambatan harga rumah karena daya beli menurun. Dengan kondisi tersebut, gap antara pendapatan dan harga rumah akan semakin melebar," ujar Huda ketika dihubungi, Minggu (21/12).

Dahulu, lanjutnya, gen boomer atau gen Z awal masih bisa menjangkau harga rumah dengan gaji sekitar Rp5 juta. Sekarang, kata Huda, harga rumah sudah naik berkali kali lipat sedangkan gaji justru masih stagnan.

Di sisi lain, Huda khawatir yang terjadi ketika daya beli menurun, keinginan punya rumah menurun, namun supply tetap diperbanyak. Apalagi, katanya, sekarang ada program 3 juta rumah dari pemerintah.

"Kondisi tersebut bisa menyebabkan bubble properti. Harga properti akan turun tajam, mengikuti kemampuan permintaan. Gagal bayar biasanya akan tinggi dan bisa mengarah ke krisis keuangan," jelasnya.

Belum punya rumah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat sekitar 29 juta warga Indonesia yang belum memiliki rumah. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menyaksikan akad massal 50.030 Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di Serang, Banten, Sabtu (20/12).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan rumah bagi rakyat membutuhkan kerja keras dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo menilai masyarakat dari kelompok ekonomi paling lemah memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional apabila diberdayakan dengan baik.

Presiden pun mengapresiasi pelaksanaan akad massal 50.030 KPR FLPP dan serah terima kunci rumah subsidi tahun 2025. Menurutnya, program ini merupakan prestasi besar yang telah berjalan lintas pemerintahan.

"Prestasi luar biasa, 50.030 akad massal rumah subsidi. Dan ini program ini dimulai dari Presiden SBY, diteruskan oleh Pak Jokowi, saya teruskan, saya tingkatkan! Tidak ada pembangunan bangsa yang tidak dilakukan pada periode yang panjang,” kata Prabowo. (Ifa/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik