Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA akhir Desember 2025, portofolio kredit perumahan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencapai Rp328,4 triliun. Ini dianggap sebagai pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang 2025 bertepatan dengan usia BTN yang genap 76 tahun.
Adapun, KPR subsidi tumbuh 10% secara tahunan menjadi Rp191,2 triliun dan KPR non-subsidi naik 6,7% menjadi Rp113,0 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan capaian tersebut mempertegas peran BTN di sektor perumahan nasional.
“Pencapaian aset tersebut merupakan bukti dari kiprah BTN selama 76 tahun yang telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39% secara nasional,” ujar Nixon dilansir dari Antara, Rabu (11/2).
Menurut Nixon, dorongan penyaluran KPR pada 2025 juga datang dari keterlibatan BTN dalam program baru pemerintah, Kredit Program Perumahan (KPP), yang diluncurkan pada Oktober 2025. BTN menjadi bank penyalur terbesar untuk program tersebut dengan total realisasi Rp2,6 triliun hingga akhir 2025 atau hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.
“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” kata Nixon.
Di sisi kinerja konsolidasi, BTN membukukan total aset Rp527,8 triliun pada 2025, tumbuh 12,4% secara tahunan. Perseroan juga mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian Rp400,6 triliun atau naik 11,9% yoy. Seiring dengan penguatan bisnis, BTN membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, meningkat 16,4% dibandingkan 2024.
BTN menyebut pertumbuhan laba didorong pendapatan bunga yang naik 23,0% menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025, sementara beban bunga relatif stabil naik 0,4% menjadi Rp17,9 triliun. Kenaikan tersebut membuat pendapatan bunga bersih melonjak 57,5% menjadi Rp18,4 triliun. Nixon mengatakan penguatan profitabilitas juga tercermin dari margin bunga bersih (NIM) yang meningkat menjadi 4,2% pada akhir 2025 dari 2,9% pada tahun sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian BTN tumbuh 14,6% menjadi Rp437,4 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan DPK dikaitkan dengan akselerasi transaksi digital melalui Bale by BTN yang mencatat jumlah pengguna 3,7 juta atau naik 66,1% dan jumlah transaksi 2,2 miliar atau meningkat 79,2% per 31 Desember 2025.
“Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” tutur Nixon.
BTN juga melaporkan perbaikan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 3,1% dari 3,2% pada 2024. Perseroan meningkatkan pencadangan dengan NPL coverage naik menjadi 123,9% dari 115,4% serta memperkuat permodalan dengan capital adequacy ratio (CAR) 20,9% per 31 Desember 2025 dari 18,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3,0% pada akhir tahun 2026 sejalan dengan membaiknya kualitas kredit,” ujar Nixon.
Pada 2025, BTN juga merampungkan pendirian anak usaha Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia. BSN mencatat total aset Rp73 triliun pada akhir 2025, naik 20,5% dibandingkan 2024, dengan pembiayaan Rp55 triliun atau tumbuh 25,0% dan DPK Rp59 triliun atau meningkat 18,4% secara tahunan.
BTN menyatakan strategi Beyond Mortgage diarahkan untuk memperkuat posisi sebagai consumer bank sekaligus menjalankan mandat pemerintah mendukung pembiayaan kepemilikan rumah yang terjangkau bagi seluruh segmen masyarakat. (Ant/Z-10)
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat penyerapan rumah subsidi hingga 15 November 2025 mencapai 221.000 unit.
Bank Tabungan Negara (BTN) menegaskan dominasinya di pasar KPR subsidi Jawa Timur dengan menyalurkan 10.243 unit KPR Sejahtera FLPP sepanjang tahun ini.
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
BTN mencatat penyaluran KPR melalui skema FLPP hingga 26 September 2025 mencapai 93.098 unit, ditambah 36.589 unit dari BTN Syariah.
Presiden Prabowo memberikan hormat kepada dua pengusaha muda, Angga dan Wawan, yang berhasil membangun ribuan rumah subsidi. Kedua orang itu sebelumnya bekerja sebagai office boy dan ojek
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved