Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJALAN dengan misi Danantara dan sebagai bentuk pemahaman mendalam atas dinamika industri baja global yang amat kompetitif serta perlunya kelincahan organisasi, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memberlakukan kebijakan golden handshake (GSH) bagi karyawan.
Pakar human capital Arif Murti Rozamuri menyampaikan konsep GSH atau pensiun dini sangat penting dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) modern. Konsep tersebut juga sejalan dengan penataan ulang fundamental menuju keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Konsep itulah, kata dia, yang membedakan antara GSH seperti diterapkan Krakatau Steel dan PHK (pemutusan hubungan kerja) massal umumnya. PHK massal biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sedang diambang pailit.
Adapun GSH justru diterapkan oleh perusahaan untuk bertransformasi dan restrukturisasi demi meningkatkan performa perusahaan.
Maka itu, imbuh Arif, jika perusahaan yang memberlakukan GSH seperti Krakatau Steel kemudian mengisi dengan tenaga profesional, adalah upaya pembenahan organisasi untuk membawa perusahaan berkembang pesat.
”GSH memiliki kelebihan yang ditawarkan perusahaan bagi karyawan yang bersedia pensiun dini. Dari sisi perusahaan, GSH jadi bagian strategi perusahaan dalam menjalankan restrukturisasi dan transformasi bisnis untuk keberlanjutan jangka panjang,” jelas Arif, Selasa (30/12/2025).
Arif juga sependapat kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Sebagaimana diketahui, dalam kebijakan GSH Krakatau Steel, perusahaan tidak hanya memberikan dana, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab moral kepada karyawan.
Antara lain, menyediakan konsultan keuangan independen. Dalam hal ini, perusahaan memfasilitasi karyawan yang menerima dana GSH dengan saran investasi profesional.
”Dengan adanya konsultansi keuangan, diharapkan dapat membantu untuk memastikan dana apresiasi GSH dikelola dengan bijak, diinvestasikan pada program tepat, dan dapat berkembang, sehingga memberikan manfaat finansial jangka panjang bagi karyawan dan keluarga. Ini bentuk nyata GSH, bahwa Krakatau Steel mendukung penuh transisi karir,” jelas Arif.
Begitu juga terkait kebijakan GSH yang bersifat dinamis, Arif menilai positif. Termasuk pula kemungkinan membuka pintu seluas-luasnya untuk merekrut kembali (re-hiring) karyawan yang sudah menjalani kebijakan GSH tersebut.
Dalam konsep GSH Krakatau Steel, perusahaan membuka peluang re-hiring. Kondisi demikian dilakukan, apabila ke depan terdapat mitra strategis atau investor yang mau bekerja sama untuk mengoperasikan kembali aset (seperti blast furnace).
Sebelumnya, Krakatau Steel memberlakukan kebijakan GSH bagi karyawan. Kebijakan tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan.
Pertama, rightsizing organisasi untuk efisiensi serta keberlanjutan. Fokusnya adalah re-evaluasi fungsi-fungsi organisasi untuk memastikan efisiensi maksimal. Dalam hal ini, perusahaan menyelaraskan kembali struktur human capital dengan kebutuhan operasional inti, serta memastikan setiap peran memberikan nilai tambah jelas terhadap tujuan bisnis berkelanjutan (sustain).
Kedua, sinergi dan optimalisasi melalui merger dan konsolidasi unit usaha hot strip mill (HSM) dan cold rolling mill (CRM).(H-2)
Dukungan konkret negara melalui proteksi perdagangan, penguatan tata niaga, serta keberpihakan pada produksi dalam negeri akan menjadi fondasi Krakatau Steel untuk bangkit lebih kuat.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
KRAS kini bergerak agresif sebagai tulang punggung yang mendukung sektor infrastruktur, manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
Dari total kewajiban sebesar USD 200 juta, termasuk utang bunga dan denda, perseroan membayarkan USD 35 juta
Purbaya mengatakan, saat ini jajarannya terus melakukan penelusuran terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga diindikasikan mangkir dari kewajiban pajak terhadap negara.
Dukungan konkret negara melalui proteksi perdagangan, penguatan tata niaga, serta keberpihakan pada produksi dalam negeri akan menjadi fondasi Krakatau Steel untuk bangkit lebih kuat.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda industrialisasi berkelanjutan.
Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima pasar internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved