Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Perkuat Restrukturisasi dan Transformasi Topang Kinerja Positif 2025

Indrastuti
24/12/2025 13:16
Perkuat Restrukturisasi dan Transformasi Topang Kinerja Positif 2025
Ilustrasi(Dok Ist)

Tahun 2025 menjadi momentum penegasan keberhasilan restrukturisasi dan transformasi bisnis PT Krakatau Steel Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS). Ini terungkap dari capaian kinerja fundamental perusahaan dan kesiapan perseroan memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025, disebutkan perseroan mencatatkan laba bersih US$24 juta pada kuartal III 2025.

Hal ini mencerminkan momentum positif dari efektivitas restrukturisasi kewajiban dan peningkatan efisiensi operasional. Ini juga tidak lepas dari program pelunasan dipercepat dengan keringanan (haircut) yang memberi ruang perbaikan signifikan pada struktur keuangan perseroan.

Guna menjaga kesinambungan kinerja keuangan, perseroan menyampaikan perlunya penyesuaian atas perubahan sejumlah asumsi signifikan sejak penandatanganan awal pada November 2024 hingga efektifnya master restructuring agreement (MRA) 2024 pada Oktober 2025.

Soal efisiensi, perseroan menurunkan biaya usaha 12% hingga triwulan III 2025 daripada periode sama 2024. Ini jadi bagian dari transformasi berkelanjutan untuk mencapai struktur biaya lebih sehat dan kompetitif.

Dari sisi operasional, stabilisasi pabrik menunjukkan hasil positif. Volume produksi baja konsolidasi hingga kuartal III 2025 mencapai 740 ribu ton, meningkat daripada periode sama 2024 sebesar 540 ribu ton.

Sejalan dengan peningkatan produksi, volume penjualan baja konsolidasi menunjukkan tren kenaikan pada 2025, yakni 226 ribu ton pada kuartal I, 244 ribu ton pada kuartal II, dan naik jadi 269 ribu ton pada kuartal III. Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar serta penguatan peran Krakatau Steel dalam memenuhi kebutuhan baja nasional.

Perseroan terus memperkuat infrastruktur pendukung bisnis baja lewat peningkatan kapasitas layanan dermaga kepelabuhan, pengembangan steel integrated logistics, serta pengembangan Kawasan Industri Krakatau (2.000 ha) sebagai fondasi ekosistem industri baja terintegrasi.

Sebagai bagian transformasi model bisnis, perseroan akan menjalankan pengoperasian fasilitas hot strip mill dan cold rolling mill secara mandiri. Juga, berperan sebagai pengelola rantai pasok terintegrasi serta pelaksana penjualan produk akhir berupa hot rolled coil dan cold rolled coil kepada konsumen.

Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan mengatakan capaian kinerja dan langkah transformasi perseroan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo khususnya dalam memperkuat industri strategis nasional.

“Keberhasilan restrukturisasi yang tercermin dari laba, peningkatan produksi dan penjualan, serta penguatan struktur keuangan merupakan fondasi penting bagi kami untuk berkontribusi lebih besar mewujudkan kemandirian industri baja nasional. Transformasi ini kami jalankan secara disiplin dan berkelanjutan,” ungkap Akbar Djohan yang juga menjabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Ia melanjutkan transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B. Ini melalui pemberian pinjaman pemegang saham guna memenuhi kebutuhan modal kerja pengoperasian fasilitas hot strip mill dan cold rRolling mill.

"Dukungan Danantara menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasional, memperkuat likuiditas, dan mendukung implementasi program efisiensi perseroan, sehingga Krakatau Steel fokus menjalankan agenda transformasi dan penguatan daya saing usaha berkelanjutan," terangnya.

Ia melanjutkan dalam menyongsong 2026, dinamika pasar sebagai bagian dari siklus yang terus dikelola secara prudent. Dengan fundamental usaha terus membaik, pihaknya optimistis dapat mengelola perusahaan secara konsolidasi dengan nilai aset mencapai US$825,3 juta, ditopang kinerja operasional dan keuangan sepanjang 2025 yang menunjukkan tren pemulihan dan penguatan berkelanjutan.

"Optimisme itu menjadi dasar bagi perseroan untuk melanjutkan agenda transformasi dan peningkatan nilai perusahaan ke depan," katanya.

Pada RUPSLB itu juga ditetapkan Hendro Martowardojo (komisaris utama), Willgo Zainar dan David Pajung (komisaris independen), serta Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo (komisaris).

Adapun direksi yakni Akbar Djohan (Direktur Utama), Daniel Fitzgerald Liman (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), Hernowo (Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio), Suryantoro Waluyo (Direktur SDM), dan Sidik Darusulistyo (Direktur Infrastruktur dan Operasi). (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya