Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Kinerja Pertagas 2025 Tumbuh, Transportasi Gas hingga LPG Meningkat

Insi Nantika Jelita
10/3/2026 20:24
Kinerja Pertagas 2025 Tumbuh, Transportasi Gas hingga LPG Meningkat
ilustrasi(Pertagas)

PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. Pertumbuhan terjadi pada sejumlah lini bisnis utama, mulai transportasi gas dan minyak hingga regasifikasi serta distribusi elpiji.

Sepanjang tahun lalu, volume transportasi gas mencapai lebih dari 1.500 million standard cubic feet per day (mmscfd), meningkat sekitar 4% dibandingkan 2024. Sementara itu, volume transportasi minyak tercatat lebih dari 174 ribu barel per hari (bph) atau naik sekitar 8% seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 billion british thermal units per day (bbutd) atau meningkat sekitar 6%, sedangkan produksi LPG tumbuh sekitar 5% dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025. Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh penguatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan di berbagai sektor industri dan komersial.

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan ekspansi basis pelanggan turut menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

Saat ini layanan perusahaan menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis, termasuk sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca. Selain itu, jaringan gas juga melayani lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga,” ujar Indra dalam keterangan resmi. 

Secara operasional, perusahaan saat ini mengelola jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak sepanjang 605 kilometer yang menjadi tulang punggung distribusi energi nasional.

Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar 861,51 juta dolar AS. Sementara itu ebitda mencapai US$427,46 juta atau tumbuh sekitar 15,9%, dan laba bersih meningkat 21,43% dibandingkan tahun sebelumnya. Memasuki 2026, perusahaan menargetkan peningkatan volume transportasi gas menjadi sekitar 1.600 MMSCFD, sementara transportasi minyak ditargetkan mencapai 175 ribu barel per hari.

Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) sekitar 75 juta dolar AS yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.

Salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipa BBM Cikampek-Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menekan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan tangki LNG F-6004 di Arun, Aceh yang telah direvitalisasi guna memperkuat pasokan gas untuk sektor industri dan kelistrikan.

“Inisiatif strategis pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” kata Indra.

Ke depan, perusahaan juga membuka peluang pengembangan bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi rantai pasok energi, serta eksplorasi energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya