Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

SMBC Komitmen Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan, Fokus pada Segmen Korporasi

Rahmatul Fajri
05/3/2026 13:25
SMBC Komitmen Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan, Fokus pada Segmen Korporasi
ilustrasi(SMBC)

PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. Melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, bank berhasil memperluas layanan finansial di berbagai segmen, mulai dari ultramikro hingga korporasi besar. Hingga akhir Desember 2025, total aset konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0% secara year-on-year (yoy). Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari fokus perusahaan pada fundamental bisnis yang didasari tata kelola yang baik (Good Corporate Governance).

"Kinerja konsolidasi periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis," ujar Henoch melalui keterangan resminya, Kamis (5/3).

Di sisi penyaluran kredit, SMBC Indonesia mencatatkan angka konsolidasi sebesar Rp185,4 triliun, naik 3,3% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh performa kuat pada segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5% yoy. Selain itu, realisasi kredit dari platform digital Jenius juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 11,3% yoy.

Pertumbuhan kredit ini turut didukung oleh struktur pendanaan yang efisien. Nilai dana murah (Current Account Saving Account/CASA) melonjak 16,7% yoy menjadi Rp53,2 triliun, sehingga rasio CASA naik ke level 40,6%. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) bank juga tumbuh 8,0% yoy menjadi Rp131,0 triliun. Meski menghadapi volatilitas pasar, SMBC Indonesia menjaga rasio likuiditas di tingkat yang sangat sehat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat di angka 229,4% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 123,0%.

Dari sisi permodalan, Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasi berada di angka 29,3%, jauh di atas rata-rata industri yang sebesar 25,9%.

"Angka CAR ini menunjukkan ruang yang sangat luas bagi kami untuk terus mengembangkan bisnis dan melayani lebih banyak nasabah ke depannya," tambah Henoch.

Sebagai bentuk transparansi dan kehati-hatian, bank memperkuat Pencadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), terutama pada anak usahanya, Grup OTO. Dampak dari penguatan cadangan ini membuat laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp506 miliar.

Namun, secara mandiri sebagai bank, SMBC Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,5 triliun. Sementara itu, BTPN Syariah turut berkontribusi positif dengan laba bersih Rp1,2 triliun, tumbuh 13,2% yoy. Kualitas aset juga dilaporkan membaik dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto di level 2,6%, turun dari posisi September 2025 yang sebesar 2,8%.

Tak hanya mengejar angka finansial, SMBC Indonesia terus memperkuat agenda Environment, Social, and Governance (ESG). Melalui program "Daya", bank telah memberdayakan hampir 37 juta partisipan lewat berbagai kegiatan literasi keuangan dan pendampingan usaha hingga akhir tahun lalu.

"Bagi kami, pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya diukur dari finansial, tapi kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inklusi ekonomi," tutup Henoch. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya