Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn mengatakan tidak berdampaknya penilaian Moody's terhadap kinerja kredit perusahaan bisa terlihat dari berbagai kinerja keuangan BCA saat ini.
“Tidak (rating Moody's berdampak ke kredit BCA). Bisa lihat bagaimana NPL (Nonperforming Loan) kita sangat terjaga, kemudian bisnis kita juga berjalan dengan sangat baik. Bottom line kita juga positif, dan relasi kita juga tetap baik,” kata Hera saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (11/2).
Sebagaimana diketahui, BCA mencatat pertumbuhan total penyaluran kredit sebesar 7,7% (yoy) dinangka Rp993 triliun per Desember 2025. Sementara itu, secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.
Di samping itu, NPL perusahaan juga terkendali di level 1,7%. Kualitas kredit BCA pun masih terjaga, hal ini tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8% dari angka 5,3% pada tahun sebelumnya.
BCA, lanjut Hera, bisa meyakinkan bahwa kredit yang diberikan telah melewati proses yang prudence, maka dari itu, ia menilai tidak ada lagi alasan untuk muncul kekhawatiran berlebih terkait kualitas penyaluran kredit yang disalurkan perusahaan.
“Kami tetap akan menjaga bahwa postur loan growth kami berada pada proses yang sehat dan bisa kami pertanggung jawabkan prudence dan comply," tandasnya. (E-3)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved