Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2. Hal itu dikhawatirkan berdampak negatif pada pasar modal di Indonesia.
Namun, pelaksana jabatan sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyebut sejauh ini fundamental perusahaan-perusahaan tercatat di BEI atau emiten masih kuat.
"Terkait dengan outlook (Moody’s), kami tentu secara mikro di pasar melihat bahwa sejauh ini fundamental perusahaan-perusahaan tercatat kita masih kuat," kata Jeffrey dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/2).
Pihaknya pun mengimbau para investor untuk selalu secara rasional memperhatikan fundamental perusahaan dan selalu menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Sebelumnya Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyebut dampak penurunan outlook Moody's pada arus modal dan pasar saham. "Outlook negatif memperkuat sikap risk-off investor asing, terutama saat isu transparansi dan likuiditas pasar ikut mencuat," katanya dalam keterangan yang dikutip, Senin (9/2).
Arus jual asing dan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat terjadi di awal tahun. Menurut Syafruddin itu menunjukkan pasar menghukum lewat harga, bukan lewat debat. Untuk itu, katanya, pemerintah, BEI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memperkuat keterbukaan informasi, kepastian penegakan, dan kualitas tata kelola emiten.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG tercatat menguat 19,04 poin atau 0,24% ke level 7.954,30. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 2,60 poin atau 0,32% ke posisi 818,18. (E-3)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved