Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Menteri PKP Maruarar Sirait Sulap Lahan Meikarta Jadi 141 Ribu Rusun Subsidi

 Gana Buana
20/2/2026 16:16
Menteri PKP Maruarar Sirait Sulap Lahan Meikarta Jadi 141 Ribu Rusun Subsidi
Menteri PKP Maruarar Sirait sulap Meikarta jadi Rusun Subsidi(MI/Susanto)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengonfirmasi langkah besar pemerintah dalam mengonversi lahan di kawasan Meikarta menjadi proyek rumah susun (rusun) subsidi skala masif. Proyek yang menjadi bagian dari program strategis nasional ini dijadwalkan memulai tahapan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 8 Maret 2026 mendatang.

“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar Maruarar dilansir dari Antara, Jumat (20/2).

Langkah agresif ini diambil sebagai upaya mengejar ketertinggalan pasokan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ara mengungkapkan keprihatinannya terhadap data realisasi pembiayaan rusun subsidi dari BP Tapera yang dinilai sangat minim selama periode sebelumnya.

“Data BP Tapera menunjukkan selama lima tahun ke belakang pembiayaan rusun subsidi hanya 140 unit. Ini sangat kecil. Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” tegas Ara.

Sebagai bagian dari persiapan, Kementerian PKP akan melakukan survei mendalam untuk memastikan bahwa hunian yang dibangun benar-benar menjawab ekspektasi publik. Ara menekankan pentingnya penggunaan metodologi yang tepat agar produk properti negara ini tidak salah sasaran.

“Kita ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu, akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain aspek bangunan fisik, konsentrasi pemerintah juga tertuju pada pembentukan ekosistem kawasan yang layak huni. Ara tidak ingin rusun subsidi hanya menjadi deretan gedung tanpa dukungan fasilitas penunjang yang memadai bagi produktivitas warga.

“Kami juga akan melakukan survei terhadap ekosistem sekitar, seperti ketersediaan sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, hingga akses transportasi. Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” tambah Ara.

Proyek di Meikarta ini diharapkan menjadi standar baru bagi pengembangan hunian vertikal terjangkau di Indonesia yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan aksesibilitas. Pemerintah menargetkan kawasan ini mampu memberikan solusi konkret atas backlog perumahan sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan baru bagi masyarakat. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya