Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menegaskan komitmen mempercepat pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu disampaikan Kasubdit Strategi Program Anggaran, Gatot Virgiantor, dalam Seminar Nasional Program 3 Juta Rumah di Tangerang.
Gatot menekankan, penyediaan hunian merupakan perintah konstitusi. Menurutnya, rumah adalah kebutuhan dasar yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
“Rumah adalah sumber peradaban. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan, tantangan penyediaan hunian masih besar. Berdasarkan Data Susenas 2023, terdapat 9,90 juta rumah tangga belum memiliki rumah serta 26,92 juta rumah tangga menempati hunian tidak layak.
Gatot mengatakan pemerintah terus memperkuat aturan penyelenggaraan perumahan. Termasuk UU Nomor 1 Tahun 2011 yang mengatur bahwa perencanaan perumahan harus memenuhi kebutuhan rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya.
Ia menjelaskan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi strategi utama pemerintah untuk menangani rumah tidak layak huni, mengurangi backlog, dan memperbaiki kawasan kumuh.

"Program ini mencakup bantuan bahan bangunan, upah kerja, pembangunan rumah baru, serta penyediaan PSU seperti air bersih, drainase, sanitasi, jalan lingkungan, sarana pendidikan dan peribadatan, hingga jaringan listrik," jelas dia.
Inspektur Jenderal Kementerian PKP, Heri Jerman, dalam sambutannya memaparkan, arah kebijakan nasional perumahan serta strategi pemerintah dalam menyukseskan program tiga juta rumah baru dan renovasi rumah rakyat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh bagi proses pembangunan maupun renovasi rumah.
“Tahun ini kami juga telah menerbitkan program KUR Perumahan dengan anggaran sebesar Rp130 triliun, dan ini baru pertama kali dalam sejarah industri perumahan di Indonesia. Karena itu, perlu dukungan para stakeholder melalui kolaborasi dan koordinasi program penyelenggaraan perumahan. Dengan semangat gotong royong, marilah kita bersama membangun rumah untuk rakyat,” ujar Heri.
Acara seminar dipandu Prof. Roy Sembel, yang juga merupakan Dewan Juri Indonesia MyHome Award (IMHA) Episode 8 2025, menyoroti tantangan, peluang, serta inovasi strategis untuk mempercepat penyediaan hunian yang berkualitas dan berkelanjutan. Acara ini menjadi pembuka menuju puncak IMHA Episode 8 2025.
Pemimpin Redaksi MyHome Magazine sekaligus Penanggung Jawab IMHA 2025, Arini Yunita, menyampaikan bahwa tahun ini IMHA diselenggarakan secara mandiri untuk pertama kalinya setelah sebelumnya digelar bersamaan dengan Property&Bank Award melalui Duo Award. Ia menyebut bahwa tema IMHA 2025 adalah Karpet Merah Hunian Rakyat dan Kontribusi Stakeholder Perumahan.
Menurutnya, pemisahan ini menjadi langkah strategis untuk memberikan apresiasi yang lebih fokus pada sektor perumahan. Arini menjelaskan bahwa Dewan Juri telah melakukan seleksi ketat dan objektif sebelum memilih delapan proyek hunian terbaik dari berbagai segmen, mulai dari komersial, subsidi, hingga inovasi teknologi. Ia menegaskan pentingnya perlindungan konsumen dalam industri perumahan.
“Kami berharap IMHA 2025 menjadi rujukan bagi konsumen dalam memilih hunian berkualitas sekaligus mendorong kompetisi positif di industri perumahan. Karena rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat lahirnya masa depan keluarga dan peradaban bangsa. We build a home, not just a house,” ujar Arini.
CEO Journalist Media Network, Indra Utama, turut menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan Indonesia MyHome Award 2025.
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi dan pendorong semangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan industri perumahan dan masa depan Indonesia,” tegas Indra yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast, Tbk.
Kategori Subsidized Housing meliputi Arsol Land (PT Arsol Grup Nusantara), Mulia Gading Kencana (PT Infiniti Realty), SMK Residence Deli Serdang (Bungsu Land), Citra Mulia Megah (BKM Land), serta Wisma Atlet Kemayoran/Pademangan (PPK Kemayoran). Untuk kategori Commercial Housing, penghargaan diberikan kepada El Nino Living (MJ Group), Walden - Metland Transyogi (PT Metropolitan Land Tbk), dan Anandaya Home Resort (Synthesis Development).
Di kategori Apartment, penghargaan diraih Carstensz Residences (PT Jaya Bumi Cakrawala) serta Apple Condovila (Diamond Land). Pada kategori Developer, penghargaan diberikan kepada Zafland serta PT Duta Putra Utama.
Untuk kategori Bank, penghargaan diberikan kepada PT Bank Nationalnobu Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, serta Bale by BTN. Sementara itu, kategori Supporting Industry diraih oleh High Point serta Nippon Paint (PT Nipsea Paint And Chemical). (Z-10)
Kementerian PKP segera terbitkan Kepmen rusun subsidi Januari 2026. Aturan mencakup penyesuaian harga dan skema FLPP untuk atasi backlog perkotaan.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) didorong untuk segera merealisasikan pembangunan rumah di lahan hibah 6 hektar milik Masyarakat Adat Raja Ampat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved