Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kembali ke Kantor jadi Tren Global, Permintaan Gedung Premium Diproyeksikan Meningkat

Denny Parsaulian Sinaga
11/3/2026 13:52
Kembali ke Kantor jadi Tren Global, Permintaan Gedung Premium Diproyeksikan Meningkat
(freepik.com)

SURVEI Workforce Preference Barometer ungkap peluang baru bagi pasar perkantoran berkualitas tinggi. 

Workforce Preference Barometer JLL merupakan survei global yang melibatkan 3.100 pekerja di 9 pasar Asia Pasifik dari berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, teknologi, manufaktur, dan institusi publik. Survei ini juga mencakup 150 responden korporasi di Indonesia, yang hasilnya diharapkan dapat menjadiacuan bagi penyewa dan investor dalam menyusun strategi properti komersial.

JLL Indonesia merilis temuan terbaru 'Workforce Preference Barometer' yang menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pemimpin global dalam penerapan kebijakan kembali ke kantor (return-to-office/RTO). Berdasarkan riset JLL Workforce Preference Barometer, sebanyak 87% karyawan korporasi di Indonesia kini bekerja di bawah mandat RTO atau skema hibrida terstruktur, tertinggi di dunia, dan hampir dua kali rata-rata Asia Pasifik.

Temuan ini menegaskan perubahan penting dalam dinamika pasar perkantoran nasional, seiring meningkatnya kembali aktivitas kerja fisik dan pulihnya permintaan terhadap ruang kantor berkualitas tinggi, khususnya di gedung premium di Jakarta. 

RTO DI INDONESIA TERTINGGI DI DUNIA
Hampir 2/3 pekerja Indonesia diwajibkan bekerja dari kantor penuh waktu, jauh lebih tinggi dibanding pasar hybrid seperti Australia dan Singapura.  Tingginya tingkat kehadiran ini mendorong pemulihan pasar perkantoran. 

Menurut Kepala Departemen Riset JLL Indonesia, James Taylor, tren ini menjadi sinyal positif bagi siklus pasar perkantoran. “Indonesia menunjukkan momentum pemulihan yang kuat. Tingginya kebijakan kembali ke kantor mulai mengurangi tingkat kekosongan, terutama di gedung Grade A. Dengan pasokan baru yang terbatas dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan yang membutuhkan ruang berkualitas tinggi perlu mengambil keputusan lebih cepat untuk mengamankan lokasi strategis,” ujarnya.

Kembalinya aktivitas kerja ke kantor tidak dipandang sebagai beban bagi mayoritas pekerja di Indonesia. Survei terbaru menunjukkan hampir 90% karyawan Indonesia memiliki sentimen positif terhadap kerja di kantor, jauh di atas rata-rata global yang berada di angka 72%. 

Namun, meningkatnya kehadiran di kantor turut diiringi ekspektasi baru dari karyawan.  Sekitar dua pertiga pekerja Indonesia menginginkan peningkatan fasilitas kantor sebagai imbal balik atas kehadiran mereka jauh lebih tinggi dibanding rata-rata global yang hanya 39%.

Sejumlah perusahaan mulai merespons tuntutan tersebut dengan meningkatkan kualitas ruang kerja, menghadirkan teknologi yang lebih canggih, menyediakan tunjangan tambahan, serta melakukan pembaruan desain dan fasilitas kantor. 

Menurut Kepala Departemen Office Leasing JLL Indonesia, Rosari Chia, perubahan ekspektasi tenaga kerja telah mengubah cara perusahaan memandang kantor secara fundamental. “Perusahaan kini melihat kantor bukan lagi sekadar tempat bekerja, tetapi sebagai aset strategis yang berperan langsung dalam produktivitas, inovasi, dan daya saing bisnis.” ujar Rosari.  “Kolaborasi, pengalaman karyawan, juga identitas kantor secara tidak langsung mendukung strategi jangka panjang organisasi,” tambahnya.

Dengan meningkatnya kehadiran pekerja ke kantor dan berubahnya ekspektasi tenaga kerja, perusahaan dituntut menata ulang strategi ruang kerja agar selaras dengan kebutuhan bisnis masa depan.  (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya