Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pengusaha Kuliner Putar Otak Bertahan di Tengah Pandemi

Budi Ernanto
15/2/2021 16:47
Pengusaha Kuliner Putar Otak Bertahan di Tengah Pandemi
Getuk dan Sawur disajikan di Festival Makanan Tradisional di , Solo, Jawa Tengah, Senin (28/10/2019).(ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA)

ASOSIASI Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyampaikan bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sektor usaha kuliner sebagai salah satu sektor yang paling terdampak pandemi covid-19.

Dalam keterangan resminya pada Senin (15/2), Apkulindo mengatakan banyak anggotanya yang mengalami penurunan omzet yang signifikan hingga berakhir gulung tikar.

Masbukhin Pradana, Sekjen Apkulindo sekaligus pemilik Kubiz Tv memprediksi pada tahun ini akan banyak restoran yang gulung tikar.
Penyebabnya bukan hanya soal kebijakan pemerintah atau penurunan omzet, juga yang paling berat ialah biaya sewa restoran.

“Jika gerai itu sewa, kalau mereka bisa tidak rugi saja membayar biaya operasional setiap bulan mungkin bisnis itu bisa berlanjut sampai mereka menghabiskan sewa,” ujar Masbukhin.

Dikatakan Masbukhin, ada bebarapa pemilik gerai yang mengerti dengan kondisi saat ini. Namun, ada juga yang tidak dan malah memilih untuk menaikkan harga sewa.

“Hal itu yang kemungkinan besar orang (pengusaha) kalau sudah tidak punya tabungan terus masih meragukan kondisi bisnis ini kedepan, dia (pengusaha) akan tutup apalagi kemarin-kemarin sudah rugi banyak," sambungnya.

Namun menurutnya, secara emosional para pengusaha kuliner meyakini bahwa ekonomi akan bangkit di tahun 2021. Banyak cara yang akan dilakukan oleh pengusaha kuliner untuk tetap bertahan mulai dari menggunakan dana talangan, tabungan, hingga pinjaman.

Solusi lainnya, para pengusaha kuliner merancang ulang beberapa gerainya yang masih dianggap strategis dengan skala ukuran yang lebih kecil dengan harga sewa yang lebih terjangkau. Pengusaha tersebut juga dimungkinkan membuka outlet dengan konsep online kitchen dan ghost kitchen.

Baca juga: Chef Arnold Bagi Kiat Bisnis Kuliner

Sementara itu, Redia Frisna Rista, pemilik O’Chicken yang juga pengurus Apkulindo, mengatakan dampak covid-19 telah menghancur-leburkan 70% bisnis restoran O’Chicken yang berkonsep keluarga dan dine in tersebut. Nur Cahyo, pemilik Ayam Goreng Tulang Lunak Ny Nani mengaku harus kehilangan omzet 70% hingga 80%.

Ayang Agus selaku Bendahara Umum Apkulindo sekaligus pemilik Manare Bakery, harus rela menutup dua outlet-nya dan menyisakan satu outlet karena penurunan omzet sebanyak hampir 50%. Ia pun terpaksa harus mengurangi karyawannya demi mempertahankan usaha rotinya tersebut.

Untuk bangkit dari keterpurukan usahanya, Ayang terus berinovasi dengan cara mengikuti trend produk, memperbaiki digital marketing dan berkerja sama dengan influencer untuk mempromosikan produk makanannya.

Tidak jauh berbeda dengan rekan-rekannya, Isa Juarsa selaku Pengurus APKULINDO yang juga  Pemilik Bakso Rusuk Joss mengalami hal yang sama yakni mengalami penurunan omzet 15% hingga 20% sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid 2. (R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya