Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

5 Konglomerat Temui Prabowo, Ini yang Dibahas

Andhika Prasetyo
11/2/2026 07:21
5 Konglomerat Temui Prabowo, Ini yang Dibahas
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha besar nasional.(BPMI Setpres)

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Itu harus dilakukan demi memperkuat daya saing nasional dan mempercepat pembangunan ekonomi. Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2) malam. Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam, dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIB itu, digelar atas permintaan para pengusaha untuk berdiskusi langsung dengan Kepala Negara.

Berdasarkan keterangan yang diterima Rabu, suasana audiensi berlangsung hangat dan terbuka, diwarnai semangat gotong royong dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Diskusi mencakup kondisi ekonomi nasional serta peluang pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyerap berbagai masukan dari para pengusaha terkait tantangan dan peluang ekonomi ke depan, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan industri harus berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengajak dunia usaha untuk terus berkolaborasi dalam membuka dan memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Lima pengusaha nasional yang hadir dalam audiensi tersebut yakni Prajogo Pangestu, Anthony Salim, Franky Widjaja, Boy Thohir, dan Sugianto Kusuma.

Menanggapi arahan Presiden, para pengusaha menyatakan komitmen untuk mendukung penuh kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk agenda pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak, serta pembangunan industri yang berpihak pada kepentingan nasional.

Mereka juga menyatakan dukungan terhadap visi pemerintah di sektor-sektor strategis, seperti program makan bergizi, pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, kesehatan, penyediaan rumah subsidi, penguatan koperasi dan kampung nelayan, serta upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan energi.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penyelarasan langkah antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya