Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan kalangan pengusaha merupakan sinyal positif. Namun, ia mengingatkan gagasan Indonesia Incorporated tidak boleh berhenti pada forum dialog atau konsultasi kebijakan.
“Esensinya memastikan penyelarasan strategi pembangunan antara negara dan swasta. Pemerintah menyediakan kepastian regulasi, pajak, dan arah industri jangka panjang, sementara dunia usaha berkomitmen pada investasi riil, transfer teknologi, dan penciptaan pekerjaan formal,” kata Rizal saat dihubungi, Rabu (11/2).
Rizal menilai hubungan pemerintah dan pengusaha selama ini masih cenderung transaksional: pemerintah menawarkan insentif, sementara swasta menunggu peluang keuntungan. Pola ini membuat arus investasi lebih banyak masuk ke sektor padat modal seperti komoditas dan perdagangan, alih-alih manufaktur bernilai tambah.
“Akibatnya PMA tetap tumbuh, tetapi daya serap tenaga kerja rendah. Target penciptaan lapangan kerja sulit tercapai jika struktur investasi tidak diubah,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan Indonesia Incorporated harus dioperasionalkan melalui kebijakan industri, bukan sekadar komunikasi politik. Menurutnya, insentif fiskal dan pembiayaan murah perlu diarahkan lebih spesifik ke sektor padat karya seperti agroindustri, manufaktur makanan, tekstil teknis, dan komponen industri. Selain itu, pengadaan pemerintah perlu dimaksimalkan sebagai pasar awal bagi produk domestik.
“Dunia usaha pada dasarnya menciptakan pekerjaan karena struktur keuntungan, bukan imbauan moral,” kata Rizal.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengapresiasi langkah Presiden yang membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha.
“Ini kesempatan luar biasa. Apindo mewakili banyak sektor riil, dan sektor riil adalah kunci di lapangan. Presiden ingin mendengar apa yang terjadi di lapangan, ini masukan dari banyak sektor. Dan kita sama-sama punya PR untuk Indonesia, yang selalu diingatkan lewat Indonesia Incorporated,” ujar Shinta saat ditemui, Selasa (10/2).
Shinta menilai pekerjaan rumah pemerintah adalah memastikan penciptaan lapangan kerja agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Ia menekankan pentingnya eksekusi kebijakan, termasuk pembenahan hambatan (debottlenecking) dan deregulasi.
“Ini soal eksekusi. Kita sudah tahu masalahnya: debottlenecking, deregulasi, dan hal-hal kunci yang selama ini sudah kami sampaikan agar bisa terealisasi,” tandasnya. (Z-10)
Selain aspek tarif, sektor keamanan dan ketersediaan armada menjadi sorotan utama.
Rapat ini akan dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih untuk memastikan berbagai aspek kesiapan menjelang Lebaran berjalan optimal
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis.
Prabowo lanjut mengumumkan dirinya telah menerima laporan return on asset BUMN-BUMN di bawah naungan Danantara dalam periode setahun terakhir naik hingga lebih dari 300%.
Kegiatan ini berpijak pada amanat UUD 1945 Pasal 31 mengenai hak pendidikan warga negara dan semangat Keppres 120 tahun 2025 yang di keluarkan Presiden Prabowo.
5 konglomerat bertemu Prabowo di Hambalang, pasar menyorot saham grup mereka. Ada yang naik hingga 23% dan ada yang turun sampai 35%. Cek datanya di sini.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan soal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Apindo dan lima konglomerat.
Profil lengkap Franky Widjaja, nakhoda Sinar Mas Group, pengaruh bisnisnya terhadap IHSG, dan hasil pertemuan strategis dengan Presiden Prabowo di Hambalang.
Atau, yang dikhawatirkan banyak kalangan, jangan-jangan itu wujud dari koncoisme yang bisa berdampak buruk pada bangsa dan negara?
MENTERI PKP Maruarar Sirait mengajak para pengusaha besar yang menjadi konglomerat untuk ikut serta bergotong royong mensukseskan Program Pembangunan 3 juta rumah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved