Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
INOVASU dan edukasi terkait keamanan digital terutama untuk sektor teknologi finansial penting untuk terus dilakukan. Hal tersebut bisa menjadi kunci mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia.
Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto mengatakan, akselerasi digitalisasi perbankan telah berjalan selama tiga tahun terakhir, dan semakin cepat di masa pandemi Covid-19.
Transformasi perbankan ke arah digital semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara mudah, cepat dan efisien serta mempercepat arus perputaran keuangan.
"Dalam pengembangan Digital Banking ini terdapat dua isu utama yang perlu mendapat perhatian semua pihak yaitu Aspek Cyber Security dan Aspek Data Privacy & Protection," kata Anung melalui webinar, Kamis (8/10).
Menurutnya, peran OJK dalam mendukung digitalisasi melalui empat strategi utama, yaitu akselerasi digitalisasi perbankan, penguatan infrastruktur akselerasi digitalisasi, penguatan manajemen risiko terkait risiko siber, dan edukasi keamanan teknologi Informasi baik kepada pelaku sektor jasa keuangan maupun nasabah.
Baca juga : Transaksi Digital Lebih dari 5 Menit, Awas Diretas
Keempat strategi tersebut dilakukan secara simultan untuk mendorong akselerasi digitalisasi perbankan dalam memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah.
“Digitalisasi pada sektor keuangan khususnya perbankan bukan lagi menjadi sebuah pilihan namun telah menjadi keniscayaan yang dalam jangka panjang diharapkan dapat mendorong akselerasi inklusi keuangan,” ujar Anung.
Lebih lanjut, inklusi keuangan punya tiga fungsi penting bagi perekonomian, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong proses pemulihan ekonomi nasional, dan untuk mendukung daya tahan ekonomi masyarakat dalam kondisi apapun.
OJK juga mempertegas pentingnya memastikan inklusi keuangan yang diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di mana sejalan dengan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan Pemerintah.
Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata memaparkan sebagai salah satu platform uang elektronik di Indonesia, pihaknya terus memprioritaskan keamanan digital guna mendorong inklusi keuangan.
“Sebagai platform digital yang menggerakkan orang, barang dan uang melalui tiga super app (konsumen, mitra dan merchant), Gojek telah menjadi ekosistem yang mampu menawarkan kemudahan melalui GoPay sebagai ‘tulang punggung’ layanan pembayaran yang aman dan nyaman. Mulai dari memfasilitasi transaksi non tunai bagi konsumen hingga membantu mitra merchants mengembangkan bisnisnya,” ujar Budi.
GoPay yang semula hanya menjadi alat yang mudah dan aman bagi mitra driver untuk menerima pembayaran, kini menjadi pilihan utama konsumen untuk melakukan berbagai aktivitas pembayaran seperti donasi, investasi hingga kebutuhan hiburan.
Baca juga : OJK Sedang Godok Aturan Pendanaan UMKM Berbasis Obligasi
Lebih dari itu, GoPay juga telah menjadi jembatan bagi mitra driver dan mitra merchants untuk mengakses KPR subsidi, tabungan pendidikan, asuransi kesehatan bahkan tabungan Umroh.
“Hal ini membuktikan bahwa kami sangat serius dalam mendorong inklusi keuangan yang aman dalam ekosistem kami sehingga dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas,” lanjut Budi.
Inovasi, Edukasi dan Kolaborasi dalam Akselerasi Inklusi Keuanga
Selain menjadi kunci penting bagi inklusi keuangan, Peneliti Senior Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM), Tony Seno Hartono mengatakan keamanan digital harus selaras dengan peningkatan literasi keamanan bagi masyarakat luas.
“Inovasi layanan tentu penting. Namun, cukup banyaknya modus operandi yang kemudian memunculkan kejahatan melalui teknik rekayasa sosial atau manipulasi psikologis juga cukup mengkhawatirkan. Maka, perlu sinergi dari berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kompetensi keamanan digital masyarakat (pengguna) agar mereka semakin aman dan nyaman dalam beraktivitas digital," kata Tony. (OL-7)
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Penggeledahan tersebut dilakukan oleh OJK dengan pendampingan dari Bareskrim Polri karena PT MA diduga terlibat dalam kasus pasar modal.
OJK menggeledah kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan manipulasi IPO saham BEBS, transaksi semu, dan insider trading yang terjadi pada 2020-2022.
Mengapa KSEI buka data pemilik saham 1%? Simak hubungan kebijakan ini dengan ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru free float 15% di sini.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru OJK di sini.
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
INDUSTRI kripto di Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved