Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pinjaman Daring Tumbuh 25,52% Kualitas Kredit Jadi Kunci

Insi Nantika Jelita
27/3/2026 16:50
Pinjaman Daring Tumbuh 25,52% Kualitas Kredit Jadi Kunci
Warga melakukan pembayaran secara elektronik menggunakan aplikasi pinjaman daring saat berbelanja di salah satu situs lokapasar di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (21/1/2025).( ANTARA FOTO/Abdan Syakura/foc.)

INDUSTRI fintech lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai pinjaman mencapai Rp98,54 triliun per Januari 2026, tumbuh 25,52% secara tahunan (year-on-year).

Seiring dengan pertumbuhan industri, berbagai fintech terus memperkuat fundamental bisnis, khususnya dalam pengelolaan risiko dan kualitas kredit.

PT Julo Teknologi Finansial (Julo) mengungkapkan sejumlah strategi yang diterapkan untuk menjaga perkembangan yang sehat pada 2026.

"Kami melihat masih banyak ruang pertumbuhan di industri ini. Namun ke depan, kualitas kredit akan menjadi faktor kunci. Karena itu kami terus menyempurnakan proses underwriting untuk memastikan penyaluran kredit yang tepat guna dan berkelanjutan," ujar Harri Suhendra, Presiden Direktur Julo.

Pada Januari 2026, Julo mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari (TKB90) sebesar 99%, mencerminkan kualitas kredit yang tetap terjaga di tengah peningkatan penyaluran pembiayaan. Perusahaan juga memenuhi kewajiban pelaporan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan tata kelola.

Andri S pengguna setia Julo sejak 2020, mengungkapkan pengalamannya menggunakan pendanaan untuk meningkatkan kualitas hidup. Saat mau memulai usaha kecil-kecilan, limit yang diberikan digunakan untuk mencari supplier pakaian, beli domain, dan membuat packaging yang menarik. 

"Dalam waktu sekitar 6 bulan, usaha saya berkembang. Sekarang saya punya kantor kecil dan mulai ekspor ke luar negeri," ucapnya. (H-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya