Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa keputusan untuk izin impor bawang putih masih berlaku hingga saat ini.
Kalaupun keputusan impor bawang putih mau dibatalkan, hal itu harus dibahas kembali dalam rapat koordinasi (rakor).
"Begitu kita putus ya posisi sekarang tetap ada izin impor itu. Begitu nanti mau dibatalin, ya tinggal bahas lagi di rakor," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (16/4).
Sebelumnya diberitakan, pemerintah menugasi Bulog melakukan impor sebesar 100 ribu ton bawang putih dari Tiongkok. Hal tersebut berdasarkan hasil keputusan rakor terbatas pada Senin (18/3) malam.
Baca juga: Mendag Undang Importir Bawang Buka Gudang Operasi Pasar
Keputusan tersebut diambil lantaran harga bawang putih tengah melonjak tinggi di kisaran Rp40.000-Rp45.000 per kilogram. Padahal, normalnya harga bawang putih berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram.
"Sementara ini, Kemendag belum mengeluarkan persetujuan impornya. Pertimbangannya stoknya masih oke. Stabilitas harganya dia berani jamin, ya sudah oke. Kalau nanti ada usulan perubahan, ya harus ada rakor lagi," kata Susiwijono.
Kendati demikian, ia berharap izin impor segera dikeluarkan. Jangan sampai, kata dia, harga bawang putih kemudian melonjak tinggi jelang bulan puasa. Pasalnya, untuk melakukan impor membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Pertanyaannya, bagaimana Pak Menko? Kita sudah komunikasi dengan Kemendag, kita lagi minta laporannya. Hari-hari ini kita akan putuskan," pungkasnya. (A-5)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved