Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Memelopori Islam Damai

04/3/2017 05:55

SALAH satu faktor paling penting yang membuat Indonesia stabil sebagai negara ialah karena Indonesia terus menyuburkan semangat toleransi antarumat beragama. Meskipun Islam merupakan agama mayoritas, para pemeluk agama lain yang minoritas tetap merasa aman dan nyaman hidup di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Toleransi antarumat ber­agama yang kukuh itu pada tahap berikutnya menjadi modal yang teramat kuat untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman dan kemajemukan. Suburnya semangat itu membuat kerukunan, solidaritas, dan kebersamaan antarumat pun bertambah kukuh. Itulah hakikat dari semangat pluralisme, semangat Indonesia.

Semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama semacam itulah yang membuat seorang penguasa dari pusat peradaban Islam dunia terkesan. Dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu di Jakarta, kemarin, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat kebersamaan dan toleransi antarumat tersebut.

Pada hari ketiga kunjungan kenegaraan tersebut, Raja Salman yang dalam pertemuan itu didampingi Presiden Joko Widodo memuji relasi dalam bingkai toleransi antarumat yang terus tumbuh dan terawat.

Yang lebih menggembirakan lagi ialah Raja Salman bahkan menyatakan Arab Saudi memiliki kebijakan untuk mendukung dialog antarumat beragama itu.

Dukungan Arab Saudi yang disampaikan langsung oleh Raja Salman di depan para tokoh lintas agama itu tentu teramat melegakan sekaligus menggembirakan. Arab Saudi, sebagai negara yang selama ini dinilai sebagai tempat kelahiran sekaligus pusat dari Wahabisme, sebuah paham yang dalam level tertentu kadang dinilai kurang toleran, ternyata memberikan sikap sangat positif dan bahkan mendukung penuh pengembangan semangat toleransi antarumat beragama.

Kita tentu berharap sikap dan pernyataan Raja Salman itu menjadi komitmen Arab Saudi untuk bersama-sama Indonesia terus mengembangkan semangat tersebut ke seluruh dunia. Dengan semangat yang sama, kita percaya, salah satu butir dari memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Arab Saudi dan Indonesia dalam kunjungan kenegaraan Raja Salman ini tidak akan berakhir di atas kertas.

Kita mencatat, dalam MoU yang ditandatangani tersebut, ada butir kesepakatan kedua negara yang menyatakan bahwa Arab Saudi dan Indonesia sepakat untuk menyuarakan Islam yang sejuk, bersahabat, dan moderat. Kita berharap kedua negara menjadi pelopor dalam menampilkan wajah Islam damai ke seantero dunia.

Sikap positif, hangat, apresiatif, sekaligus dukungan dari Raja Salman itu tentu sangat selaras dengan komitmen tertulis yang tertuang dalam MoU yang ditandatangani kedua negara.

Dengan komitmen bersama kedua negara, kita teramat yakin kekuatan Indonesia dan Arab Saudi secara bersama-sama akan menjadi kekuatan yang mampu menciptakan semangat ukhuwah islamiah yang mampu melahirkan dan mempromosikan Islam antikekerasan ke seluruh dunia.

Dengan semangat itu pula, Indonesia dan Arab Saudi sebagai dua kekuatan Islam terbesar di dunia dapat menghapus kesan negatif tentang Islam sebagai agama yang oleh propaganda tertentu dinilai sebagai agama yang penuh amarah, kebencian, kekerasan, dan menyuburkan terorisme.

Dengan semangat moderasi dan toleransi itu, kedua negara dapat mempromosikan kepada dunia Islam yang damai, sejuk, ramah, toleran, sejahtera, sekaligus bermartabat bagi seluruh alam semesta. Itulah Islam yang sesungguhnya, Islam yang rahmatan lil alamin.



Berita Lainnya
  • Kementerian Baru Jangan Korupsi Baru

    28/8/2025 05:00

    SEJARAH ditorehkan oleh bangsa ini saat DPR menyetujui pembentukan kementerian haji dan umrah, Selasa (26/8) lalu.

  • Hadirkan Kecukupan Beras Segera

    27/8/2025 05:00

    ADA yang aneh, tapi ini nyata. Produksi dan stok beras dikatakan melimpah, tetapi harganya terus naik, yang mulai mencekik konsumen.

  • Akhiri Obral Remisi Napi Korupsi

    26/8/2025 05:00

    Maka, berbahagialah Setya Novanto bersama ratusan koruptor atas keputusan yang dibuat Mahkamah Agung (MA) pada Oktober 2021 itu.

  • Amnesti bukan untuk Koruptor

    25/8/2025 05:00

    KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Immanuele 'Noel' Ebenezer Gerungan dan 10 orang lainnya sebagai tersangka.

  • Potret Buram dari Sukabumi

    23/8/2025 05:00

    TRAGEDI memilukan datang dari Sukabumi, Jawa Barat.

  • Bersih-Bersih Total Kemenaker

    22/8/2025 05:00

    DUA kasus besar yang terjadi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini tidak bisa dianggap remeh.

  • Utak-atik Anggaran Pendidikan

    21/8/2025 05:00

    PEMERINTAH mengalokasikan Rp757,8 triliun untuk anggaran pendidikan pada 2026, atau mengambil porsi 20% lebih APBN tahun depan.

  • Menanti Jalur Cepat KPK pada Kasus Haji

    20/8/2025 05:00

    SUDAH tiga kali rezim di Republik ini berganti, tetapi pengelolaan ibadah haji tidak pernah luput dari prahara korupsi.

  • Jangan Takluk oleh Silfester

    19/8/2025 05:00

    KONSTITUSI telah menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Salah satu prinsip yang tak bisa ditawar ialah soal kepastian hukum.

  • Terima Kritik meski Menyesakkan

    18/8/2025 05:00

    UNGKAPAN tidak ada manusia yang sempurna menyiratkan bahwa tidak ada seorang pun yang luput dari kesalahan.

  • Kebocoran Anggaran bukan Bualan

    16/8/2025 05:00

    BERANI mengungkap kesalahan ialah anak tangga pertama menuju perbaikan.

  • Berdaulat untuk Maju

    15/8/2025 05:00

    DELAPAN dekade sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia telah menapaki perjalanan panjang yang penuh dinamika.

  • Candaan yang tidak Lucu

    14/8/2025 05:00

    BERCANDA itu tidak dilarang. Bahkan, bercanda punya banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental serta mengurangi stres.

  • Perbaiki Tata Kelola Haji

    13/8/2025 05:00

    MULAI 2026, penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Air memasuki era baru. K

  • Jalur Istimewa Silfester

    12/8/2025 05:00

    BUKAN masuk penjara, malah jadi komisaris di BUMN. Begitulah nasib Silfester Matutina, seorang terpidana 1 tahun 6 bulan penjara yang sudah divonis sejak 2019 silam.

  • Hati-Hati Telat Jaga Ambalat

    11/8/2025 05:00

    PERSOALAN sengketa wilayah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat di tengah kian mesranya hubungan kedua negara.